Friday, February 15, 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 9 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Hwa sang dan heung man berjalan bersama ke pasar..
Hwa sang dengan ceria melihat baju dan mereka tertawa bersama


Hwa sang memanggil heung man untuk memilih panci dan bahkan selimut,, heung man yang melihatnya hanya bisa tersenyum 
Mereka seperti pasangan suami istri


Hwa sang: “aku teringat masa lalu kita, kita tidak punya apa apa, tapi sangat bahagia berdua saja terasa menyenangkan kamu sungguh hebat jika tidak minum minum apa kegiatanmu besok? Besok kamu libur”
Heung man: “aku harus menemui ibuki”
Hwa sang: “dimana dia tinggal?”
Heung man: “di panti wreda dia mengidap demensia karena alkohol”


Hwa sang dan heung man keluar dari panti wreda 


Hwa sang heran karena ibu heung man sampai tidak mengenali anaknya dan heung man pasti sedih
Heung man mengatakan tidak apa apa karena sudah terbiasa


Hwa sang: “dimana dia? Bukankah harusnya dia merawat ibumu?”
Heung man: “dia tidak bisa melakukannya sekalipun ingin dia masuk penjara karena penyerangan”
Hwa sang: “dia pantas mendapatkannya dia sangat mengganggumu”


Heung man: “bagaimana kabar ibumu?”
Hwa sang: “aku tidak tahu keberadaannya andai aku punya ibu sekalipun kondisinya buruk aku selalu merindukan dia, andai ada ibuku, aku tidak mungkin hidup seperti ini”
Heung man: “kamu tidak tahu? Dia yang menjualmu”
Hwa sang kaget dengan perkataan heung man dan merasa tidak percaya


Heung man: “aku melihat dia menerima uang dari manajer dia mengajakmu ke bar tempat kita bekerja saat kamu masih SMA dia menerima uang untuk kamu di belakang dapur”
Hwa sang: “kamu pasti keliru, dia ingin memberiku pekerjaan paruh waktu disana. jadi dia mengenalkanku kepada seseorang, ayo naik kereta luncur salju.”
Hwa sang seperti berusaha untuk tidak mempercayainya


Poong sang bekerja dengan giat dari memperbaiki mobil, mengangkat barang dan bahkan menjadi jasa sopir 
Poong sang sangat sabar dalam melayani pemilik mobil.. 


Hwa sang memasak dengan semangat dan merasa senang saat mencicipi makanannya yang lezat,, hwa sang juga keluar melihat salju yang turun saat melihat heung man.. hwa sang memanggilnya
Heung man heran karena hwa sang keluar saat udara sedang dingin tapi 
hwa sang mengatakan dia menunggunya dan melihat salju sangat mengesankan


Heung man: “baguslah kamu suka salju”
Hwa sang: “kamu tidak suka?”
Heung man: “aku takut tersandung dan jatuh”
Hwa sang: “aku lupa mau membuka bisnis kita sendiri? Seperti bar gerobak aku bisa memasak hidangan pembuka”
Heung man: “dengan uang apa? Semua uangku untuk membayar utang ibuku”
Heung man pun masuk ke dalam rumah diikuti hwa sang


Hwa sang dan heung man makan bersama,, tapi tiba tiba hwa sang mengingat kakaknya yang sedang melepon jung sang 

Hwa sang bertanya kepada heung man jika memiliki uang apakah heung man akan membuka bisnis.. tapi heung man menjawab agar hwa sang tidak mendekati orang yang seperti dirinya dan menyuruh hwa sang untuk tinggal dirumahnya sampai dia siap untuk pergi


Hwa sang mengatakan untuk tidak mengusirnya dan akan mendapatkan uang lalu hidup bersama dan membuka bisnis
Heung man menjawab hwa sang akan menderita 
Hwa sang mengatakan tidak apa apa dan menunggu heung man membuatnya bahagia
Mereka pun berpelukan


Jin sang: “kamu menemukan dia? Dimana bedebah itu?”
Chil bok: “aku hanya mendengar soal dia tampaknya dia menjadi sangat sukses dia hidup makmur hingga makan tujuh kali sehari dia sering pergi ke tiongkok, membuat film dan drama bahkan bekerja di konstruksi apa rencanamu?”
Jin sang: “aku harus menemukan dia, aku akan menemui dia dan bertarung hingga akhir.”
Chil bok: “kamu tidak boleh mati”
Jin sang: “kamu punya uang?”
Chil bok: “kenapa bertanya?”
Jin sang: “aku butuh uang untuk menemukan dia”
Jin sang tampak berfikir dan berlari masuk ke dalam rumah


Jin sang menemui boon shil dan poong sang untuk meminta uang tapi dengan tegas mereka mengatakan tidak ada 


Chil bok sedang menonton tv dan tiba tiba jin sang melemparinya jas lalu meminta uang 300 dolar 
Tapi chil bok hanya mengatakan 30 dolar, jin sang yang mendengarnya mengeluh lalu pergi


Jin sang naik ke gunung bersma chil bok, chil bol mengatakan terlalu bahaya. Jin sang tetap menyuruh chil bok untuk cepat naik ke gunung karena ingin mencari ginseng liar
Mereka berdebat sangat lama,, jin sang tidak tahan dan ingin menghampiri 
chil bok tapi tiba tiba jin sang terpeleset dan berguling guling di gunung


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

Ternyata mereka tidak mendapat ginseng liar malah kaki jin sang yang terluka..


Dal ja memarahi chil bok untuk tidak bermain bersama, dal ja ingin menyirami mereka tapi jin sang dengan cepat mendorong chil bok sehingga chil bok yang tersiram mereka pun kabur
Dal ja mengeluh karena celana chil bok yang selalu robek


Poong sang mengobati kaki jin sang yang terluka.. jin sang merintih kesakitan 
Poong sang mengeluh karena jin sang menganggap enteng ginseng liar cepat ditemukan padahal jin sang masih pemula 
Jin sang: “mungkin tulangku patah”
Poong sang: “jika patah, kamu tidak akan bisa berjalan”


Jin sang: tulangku pasti kuat andai makanku lahap aku hanya makan sayuran angin bisa menghancurkan aku”
Poong sang yang mendnegarnya langsung memukul kaki jin sang yang sakit,, 
jin sang merasa kesakitan 


Poong sang bertanya apakah ada tempat yang cocok untuk membangun rumah sakit dan yang murah
Poong sang sedang mengerjakan mobil yang rusak tapi tiba tiba poong sang mimisan lalu ponsel poong sang berbunyi,,
Poong sang merasa terkejut melihat pesan dari ponselnya


Ternyata pesannya dari hwa sang,, poong sang khwatir dan bertanya dimana hwa sang tinggal tapi hwa sang mengatakan poong sang tidak perlu tau dan hwa sang ingin meminta bantuan poong sang 
Hwa sang meminta uang kepada poong sang dan meyuruh poong sang untuk tidak menanyakan apa pun,, hwa sang akan membuka bisnis 
Poong sang: “apa yang bisa kamu lakukan?”


Hwa sang: “kakak merendahkanku lagi?”
Poong sang: “tidak sembarang orang bisa melakukannya”
Hwa sang: “lakukan saja untukku anggap saja itu sebagai biaya kuliahku yang terlambat”
Poong sang: “kakak tidak punya uang”
Hwa sang: “cepat sekali kakak menolakku sudah kuduga ini akan terjadi” 
Poong sanh: “sekalipun ingin membantu, kakak tidak punya uang kamu tahu kakak tidak punya uang katakan saja tempat tinggalmu kakak harap kamu tidak bersama.. dimana?”


Hwa sang: “kakak punya uang untuk membuka rumah sakit si jalang itu tapi tidak untuk bisnisku?”
Poong sang: “jangan menyebutnya begitu, hormati kakakmu jung sang tidak pernah menjelekkanmu”
Hwa sang: “kakak? Kakak pilih kasih”
Poong sang: “lihat akibat perbuatanmu kepadanya”
Hwa sang: “cari tahu keberadaannya, itu bukan salahku tapi karena si jalang itu pezina”


Poong sang menyuruhnya diam
Hwa sang kecewa dengan poong sang karena hwa sang merasa apapun yang dilakukan jung sang.. poong sang tetap menyukainya dan agar poong sang menyukai dirinya hwa sang harus memasa, mencuci dan mejaga we sang 
Hwa sang bahkan merelakan kuliahnya demi poong sang menyukai dirinya tapi poong sang tetap menyukai jung sang seklipun jung sang melakukan hal yang memalukan 


Poong sang: “berhentilah bersikap konyol”
Hwa sang: “kakak bilang bahkan rela menjual tubuh demi dia!”
Poong sang: “apa maksudmu?”
Hwa sang: “jangan sok tidak salah aku tidak akan menemui kakak lagi jangan pernah menghungi aku”
Hwa sang pun pergi meninggalkan poong sang


Poong sang berusaha mengejar hwa sang tapi sudah tidak menemukannya lalu ponsel poong sang berbuni teryata dari jung sang 

Jung sang mengatakan dia akan pergi di akhir pekan dan tidak perlu berpamitan,, poong sang tetap memaksa jung sang untuk tinggal dan membangun klinik di seoul 

Poong sang telah mencari gedung dan depositnya tidak terlalu mahal.. jung sang menyuruhnya untuk berhenti jung sang telah menentukan pilihannya lalu jung sang menutup teleponnya 


Poong sang pulang ke rumah,, boon shil menyuruh poong sang untuk berhenti memperbaimi mobil kerja paruh waktu dan menjadi jasa sopir apa poong sang mau mati poong sang harus memikirkan joon yi dan dirinya

Poong sang dengan nada bercandanya mengejek boon shil yang takut menjadi janda dan ingin memeluknya


Tapi boon shil mendorong poong sang dan mengeluh jika bukan karena adik adiknya poong sang sudah bisa membuat gedung tingkat lima 

Boon shil khawatir jika poong sang sakit apakah adik adiknya akan merawatnya poong sang menjawab tentu saja tapi boon shil meragukannya dan pasti akan mengabaikan poong sang 

Poong sang tetap membela adik adiknya karena ikatan mereka.. boon shil sudah menyerah dan menyuruh poong sang untuk tidur


Poong sang berangkat subuh subuh dan menaiki kapal ternyata poong sang pergi klinik penempatan jung sang di pulau terpencil.

Comments


EmoticonEmoticon