Kamis, 07 Februari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 8 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Poong sang menemui istri ji ham dengan membawa bingkisan
Poong sang berlutut di hadapan istri ji ham..
Poong sang meminta maaf karena tidak membesarkan adiknya dengan baik.. poong sang mengaku belum pernah menampar jung sang tapi atas insiden tersebut poong sang menampar jung sang untuk pertama kalinya 


Poong sang memohon kepasa istri ji ham untuk memaafkannya dan membuatnya untuk tidak dipecat di rumah sakit.. istri ji ham lalu menunjukkan bekas sayatan silet di tangannya poong sang yang melihatnya tidak bisa berkata apa apa


Poong sang keluar dengan membawa bingkisannya kembali sepertinya permintaan naaf poong sang tidak diterima oleh istri ji ham 


Ji ham menemui wanita yang menyuruh jung sang untuk berhenti bekerja di rumah sakit
Ji ham menyerahkan surat pengunduran dirinya karena tidak ingin membuat jung sang menanggung kesalahannya tapi wanita tersebut menolak dan mengatakan rumah sakit lebih membutuhkan ji ham karena ji ham akan menjadi ketua dokter


Poong sang mengajak hwa sang untuk bicara berdua
Hwa sang: “kenapa kita tidak bisa bicara di rumah saja? Haruskah kita jauh jauh kemari?” 
Poong sang: “kita bersaudara dan keluarga anggota keluarga harus saling menerima meski salah satunya melakukan pembunuhan”


Hwa sang: “itulah sebabnya seharusnya dia tidak meremehkanku”
Poong sang: “kamu senang telah menghancurkan hidupnya? Menurutmu sesedih apa perasaan jung sang?”
Hwa sang: “bahkan sekarang pun kakak hanya mencemaskan dia aku makin membenci kakak karena bersikap begini”


Poong sang: “diam... jangan pernah lagi muncul di hadapan kakak kamu tidak pantas menjadi anggota keluarga kami”
Poong sang pun pergi meninggalkan hwa sang 
dal ja melihatnya


Hwa sang berteriak  dan menangis sambil mengatakan “baiklah.. aku senang tidak pantas menjadi anggota keluarga kalian kakak bahkan tidak peduli aku mati, atau tidak bukan? Kakak ingin aku mati saja, bukan? Baiklah, aku akan melakukannya!”
Dal ja mendengar perkataan hwa sang


Jung sang pergi ke bar menemui yul han
Yul han: “aku akan memberimu 2 pilihan. Pertama, mari bekerja sama sebagai dokter aku akan mencari jabatan untuk kita berdua jangan pergi ke pulau itu.”
Jung sang: “jangan ikut campur sudah lama aku ingin pergi ke tempat jauh yang tidak punya fasilitas medis dan membantu orang dengan pengetahuanku sebagai dokter walau aku masih harus banyak belajar. Aku akan pergi lebih awal dari rencana”


Yul han: “itu keinginan kita saat masih kuliah kedokteran, sekarang bukan saatnya kamu bisa pergi setelah mencapai lebih banyak hal.”
Jung sang: “lupakan itu. Apa pilihan keduanya?”
Yul han: “mari menikah. Aku harus menikahimu aku akan berterus terang”


Jung sang: “tidak perlu. Kamu melakukan ini untuk menghapus rumor itu jauh lebih baik jika menikah dengan dokter kompeten daripada hanya dipecat karena punya afair dengan suami orang.”
Yul han: “pakailah aku untuk melindungi yang ingin kamu lindungi aku tidak sanggup melihat wanita yang kucintai dikritik orang lain hanya ada satu alasan aku kembali ke korea”


Jung sang: “jangan salah paham, kamu tidak perlu menyelamatkan aku. Aku tidak begitu menyedihkan.”
Yul han: “jung sang...”
Jung sang: “sudah, ya..”
Yul han: “apa kata kakakmu? Aku tahu kakakmu sangat berharga bagimu”


Jung sang: “mendengar kamu membahas kakakku sangatlah menyebalkan.”
Yul han: “ya, aku sadar telah melulai kakakmu mari menikah kamu tidak perlu mencintaiku”
Jung sang: “sadarlah, pikirkan soal ibumu”
Jung sang pergi.. yul han hanya menatap jung sang yang pergi
Poong sang sedang memperbaiki mobil tapi mendengar suara boon shil dan joong yi,, 
Poong sang: “anak nakal, berani sekali kamu bicara begitu. Kamu bilang kami tidak membutuhkanmu? Pergilah jika berfikir seperti itu!”
Boon shil: “ada apa denganmu? Jangan ikut campur aku akan mengurus dia”


Poong sang: “lihat cara bicaramu kepadaku di depannya pantas saja dia tidak menghormati ayahnya.. pukul berapa sekarang? Kamu selalu bolos les lihatlah wajahmu kamu murid, tapi tidak pernah belajar dan selalu sibuk melakukan hal tidak berguna berhenti sekolah saja jika hanya itu yang bisa kamu lakukan!”
Boon shil: “berhentilah membentak seperti orang bodoh!”


Poong sang: “ya aku memang bodoh aku hidup seperti ini karena tidak berpendidikan”
Joong yi: “aku benci ayah” 
Boon shil: “ada apa denganmu?” 
Poong sang: “kenapa kamu tidak melaporkan ayah ke polisi lagi? Beritahu polisi bahwa pria yang bekerja untuk keluargamu terus membentakmu!”


Joong yi: “ayah merasa berhak mengatakan itu padaku? Kudengar ayah bahkan tidak ingin aku dilahirkan kudengar ayah menyuruh ibu untuk melakukan aborsi saat mengandungku ayah hanya memedulikan adik adik ayah”
Poong sang: “kamu memberitahu dia?”
Boon shil: “kamu gila, ya? Kenapa kamu harus membentaknya? Dia merasa sedih sepanjanh hari jika ingin mati, matilah sendiri berhentilah menyiksa orang orang di sekitarmu”


Young shim berada di bengkel poong sang dan mendengar semuanya. Sepertinya young shim ingin meminta uang kepada poong sang
Young shim: “keluarga itu sangat kacau kurasa hari ini tidak tepat “aku tidak peduli” (sambil bersenandung)”


Young pil terlihat sedang melihat desain 
Ponsel young pil berbunyi, pesan sari we sang yang menyuruhnya untuk keluar


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

We sang: “traktir aku makan, aku akan memberimu kesempatan”
Young pil: “sekarang?”


Young pil dan we sang sedang makan tapi dari luar mereka diawasi oleh beberapa orang 


We sang: “jangan malu malu dan makanlah makanan seperti ini kamu sudah memikirkannya?”
Young pil: “soal apa?”
We sang: “hanya selama satu bulan... aku baru ingat kamu kamu mabuk kamu pasti lupa begitu orang tidak lagi saling teratrik, kudengar mereka bahkan membenci cara makan orang lain bagaimana jika kita berpacaran hingga saling merasa seperti itu?”


Young pil: “apa?”
We sang: “bukankah seharusnya sekarang kamu tahu? Dimana kamu akan menemukan pria sepertiku? Aku memerbaiki mobilmu, mengantarmu, dan mengirim gamjatang untukmu aku juga tampan dan bokongku bagus bisa dikatakan aku jackpot ini hari pertama kita”
Young pil: “jangan bercanda”


We sang: “aku serius ini jauh lebih baik dari pada bersedih karena pria yang mencampakkanmu anggap saja aku teman bermainmu”
Young pil: “berapa usiamu? Sepertinya kamu jauh lebih muda daripada aku”
We sang: “berapa usiamu?”
Young pil: “aku tampak usia berapa?”


We sang: “42 tahun”
Young pil: “tidak masuk akal”
We sang: “45 tahun?” 
Young pil: “kamu gila”
We sang: kamu pemarah jika berdandan kamu bisa tampak berusia 39 tahun...”
Young pil: “ada apa denganmu? Aku baru berusia 35 tahun. kamu membuatku geram. Apa yang salah dengan matamu?”
We sang: “usia 35 tahun itu bagus wanita baru menunjukkan jati dirinya setelah merasa kesal”


We sang berdiri,, young pil dengan cepat mendahului we sang untuk membayarnya tapi we sang ternyata telah membayarnya
Orang orang yang mengawasi mereka juga terlihat ingin mengikutinya 

Young pil merasa heran we sang ingin ditraktir makan tapi malah membayarnya duluan 
We sang mengatakan traktir dia lain kali tapi young pil belum menjawab pertanyaannya
Young pil mengaku tidak menyukai pria yang muda 
We sang heran karena orang lain akan menyukai pria berusia muda. We sang meminta young pil untuk mentraktirnya kopi karena dia sudah mentraktir young pil makan


Young pil: “ikuti aku”
We sang: “tunggu.. orang asing boleh masuk ke rumahmu?”
Young pil: “kamu bukan orang asing seperti katamu kamu memerbaiki mobilku, mengantarku, dan mengantar gamjatang untukku kamu juga tampan dan bokongmu bagus” 
We sang: “kamu berusaha tidak merayuku bukan? Berjanjilah”
Young pil mengaitkan jarinya ke we sang sebagai tanda setuju


Young pil membuatkan kopi untuk we sang,, we sang memperkenalkan dirinya dan namanya memiliki arti sama seperti membeli secara kredit..
We sang bertanya tentang kekasih young pil tapi young pil tetap belum setuju untuk berpacaran dengan we sang.
Jadinya we sang menanyakan nama young pil yang sampai saat ini we sang belum mengetahui namanya.. tapi young pil tidak ingin memberitahunya


We sang: “aku tahu, antara nama pria atau nama yang norak namamu chil bok?”
Young pil: “tidak, apa maksudmu?”
We sang: “namamu young ja, soon ja atau mija? Aku akan merahasiakannya”
Young pil: “kamu akan tertawa?”
We sang sudah tidak sabar gapi tiba tiba ada yang berteriak dari luar memanggil nama young pil


We sang bertanya apakah namanya cho young pil..
Young pil tidak menjawabnya ndak menyuruh we sang untuk tidak keluar 


Mantan young pil datang dan memanjat pagar rumah young pil
Young pil yang melihatnya menyuruhnya untuk pergi sebelum young pil menelpon polisi 
Di dalam rumah we sang mendengarnya dan mencengkram tangannya we sang mengingat kata kata poong sang yang mengatakan “saat menghadapi ketidakadilan, kendalikan dirimu”


Mantan young pil ingin memeluk young pil tapi tiba tiba we sang keluar dengan hanya memakai dalaman saja
Young pil terus melihat we sang dan akhirnya mengerti.. young pil berpura pura menjadi pacar we sang... we sang ingin meninju mantan young pil.. tapi young pil mencegahnya


Young pil mengambil selang air dan menyemprotkan air kepada mantannya
“aku akan membunuhmu jika sekali lagi kamukemari bedebah” kata youngpil


“aku tidak akan memaafkanmu atas ini!” kata mantan young pil
“sayang, biarkan dia merasa kesal kita harus masuk dan melanjutkan kegiata kita” kata young pil sambil mengibaskan rambutnya
Mantan young pil mengetahui klw we sang adalah jasa supir dan merasa tidak percaya


Hwa sang berada di luar rumah poong sang dan hanya bisa melihatnya
Di dalam rumah jin sang memberitahu we sang bahwa hwa sang diusir oleh poong sang  dan tidak mengangkat teleponnya.

Comments


EmoticonEmoticon