Kamis, 07 Februari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 7 PART 2

PS : All images credit and content copyright : KBS2


We sang tidak membawa young pil ke hotel melainkan ke rumahnya...
Young pil tertidur dan we sang membangunkannya 
Young pil: “ini bukan hotel itu”
We sang: “untuk apa kamu ke sana? Lebih baik tidak membalas pria yang mengirimi mantannya pesan teks saat malam kamu mau menjadi orang lemah?” 


Young pil: “siapa bilang aku akan melakukan itu? Aku ingin kesana dan menghancurkan dia”
We sang: “mana mungkin kamu mampu melakukannya? Kamu bahkan tidak bisa berjalan dengan benar dia bahkan tidak layak jika ini terlalu sulit bagimu, kita bisa berpacaran selama sebulan” 


Tapi young pil tidak mendengarnya karena tertidur
We sang: “lupakan jika tidak mau”
Young pil: “melupakan apa?”
We sang: “bisa perhatikan ucapanku? Kamu tidak belajar dengan benar, bukan? Apa gunanya bicara dengannya sekarang? Masuk dan beristirahatlah jangan sampai barangmu terjatuh (sambil memberikan ponsel young pil) masuklah”


We sang: “jangan mengangkat telepon atau membalas pesannya”
Young pil: “baiklah...”
We sang: “kunci pintunya dengan baik”
Young pil: “baillah...”
Setelah melihat young pil menutup pintunya dan menyalakan lampunya 
we sang pun pergi


Ji ham keluar dari kamar dengan membawa tas. 
“untuk sementara, aku akan tidur di luar” kata ji ham lalu pergi
Istri ji ham yang melihatnya langsung menjatuhkan nampan yang dibawanya


Ji ham pergi ke apartemen kecil


Istri ji ham hanya bisa diam dan disampingnya terdapat handuk dan silet 
Ji ham juga hanya diam saja


Tampak mobil ambulans datang 
Ji ham terburu buru masuk ke rumah sakit 
Perawat yang melihatnya tampak menceritakan sesuatu 


Yul han yang memeriksa istrinya ji ham
Yul han: “dia mengiris pergelangan tangannya kami harus memberinya 30 jahitan”
Yul han dan perawat pun pergi.. 
Istri ji ham telah sadar.. ji ham bertanya kenapa melakukannya.. 
“tetap tidak mau?” kata istri ji ham


Jung sang menemui seorang wanita
“ada rumor yang menyebar apa itu benar? Apapun masalahnya, rumor itu tidak boleh menyebar aku tidak akan berbasa basi bekerjalah di rumah sakit lain aku akan menulis surat rekomendasi yang bagus mari melakukan ini dengan diam diam kuberi waktu hingga akhir bulan”


Jung sang tampak berfikir di tepi danau


Di pasar..
Hwa sang membeli hot dog bersama pria yang tinggal bersamanya dan anaknya


Tapi dal ja nelihat hwa sang dan pria tersebut 


Dal ja pergi ke bengkel poong sang
Dal ja: “apa kegiatan hwa sang akhir akhir ini?”
Poong sang: “dia berniat membuka bisnis kecil bersama temannya”
Dal ja: “bisnis apanya jika bicara soal wanita, kita bisa membiarkannya satu kali tapi jika mereka terus menemui berbagai pria harga diri mereka akan turun dan tak seorangpun menginginkannya jeruk yang disimpan terlalu berdempetan menjadi terlalu lembek dan tak bisa dijual”


Poong sang: “benar.. anda bilang apa?”
Dal ja: “tidak ada..
Poong sang: “bu...”
Dal ja: “astaga haruskah aku mengatakan ini atau tidak?”


Dal ja tampak menunjukkan sebuah jalan kepada poong sang 
Poong sang langsung masuk ke dalam.. 
Dal ja berteriak agak tidak terlaku keras kepada mereka


Poong sang masuk ke dalam rumah..
Hwa sang dan lainnya sedang makan.. saat pintu terbuka hwa sang kaget melihat kakaknya
Poong sang menyuruh hwa sang untuk keluar tapi hwa sang tidak mau
Pria di dekat hwa sang bertanya apakah dia suaminya hwa sang menjawab dia adalah kakak sulungnya
Hwa sang: “aku tidak akan keluar.. minya akan jadi lembek!”


Poong sang merebut minya dan melemparnya serta menyeret hwa sang pulang 
Hwa sang masuk ke kamar.. boon shil segera membawakan minum kepada poong sang


Poong sang: “kamu terlalu kejam”
Boon shil: “kenapa melampiaskannya kepadaku?”
Poong sang: “bagaimana jika mereka adik kandungmu?”
Boon shil: “apa maksudmu?”
Poong sang: “kareba kamu bersikeras soal mengusir mereka.. mereka mulai berbuat konyol, jin sang menjadi gigolo dan di gebuki saat sedang di motel hanya memakai pakaian dalam kami bahkan harus membayar ganti rugi hwa sang tinggal bersama ayah dan anaknya yang dia temui melalui aplikasi aku memergoki mereka makan jjajangmyeon bersama! 


Boon shil: “apa aku yang salah? Konon kita tidak boleh menerima keluarga orang lain aku bekerja keras selama 18 tahun terakhir sekarang, ini salahku? adik adikmu selalu seperti itu sadarlah”
Poong sang: “aku tahu.. aku tahu mereka menyedihkan  tapi bisakah kamu setidaknya membantu mereka? Aku tidak mampu melakukan ini sendiri bisakah kamu membantuku sedikit saja?”


Boon shil: “menyerahlah jika kamu tidak mampu menangani mereka kamulah yang paling bermasalah dasar putra sulung yang suka berkhayal”
Boon shil lalu pergi


Poong sang masuk ke kamar hwa sang
Poong sang: “lee hwa sang! Hentikan ini dan sadarlah (sambil mengambil ponsel hwa sang dan membantingnya)”
Hwa sang dengan cepat memungut ponselnya
Poong sang: “kenapa kamu begitu bodoh? bagaimana kamu bisa tinggal bersama orang asing?”


Hwa sang: “kenapa kakak membuang ponsel ini jika tidak akan membelikanku ponsel? Bukan begitu situasinya kami hanya teman sekamar kakak menyuruhku pindah aku tidak punya uang untuk menyewa tempat”
Poong sang: “berikan ponselmu sebelum aku menghancurkannya kenapa kamu tidak bisa melakukan apa pun dengan benar? Bisakah kamu setidaknya sebaik kakak kembarmu sedikit saja?”


Hwa sang: “kakak kembar, apanya? Lantas kenapa kakak melarangku kuliah? Ingat ucapan kakak saat aku masih smp? “aku tidak sanggup menguliahkan kalian berdua, kamu harus mengalah” itulah sebabnya aku masuk ke sekolah kejuruan kakak memaksaku hidup seperti ini berani sekali kakak membandingkan aku dengannya? Dengan sampah hina itu?”
Poong sang: “sampah hina?”


Poong sang menampar hwa sang 
Hwa sang: “kenapa kakak menamparku? Aku sangat membenci kakak!”
Poong sang: “sampah hina? Lancang sekali! Hanya itu yang bisa kamu katakan?”
Hwa sang: “tunggu saja dia akan diusir dari rumah sakit”
Poong sang: “cukup”


Hwa sang: “dia jatuh cinta pada dokter yang sudah menikah dan tepergok oleh istrinya! Aku membahas jung sang kakak yang berharga kakak mengerti?” 
Poong sang: “apa maksudmu?”
Hwa sang: “kakak tahu apa yang lucu? Dia memohon agar aku tidak memberi tahu kakak. Kakak masih berharap joong yi bertumbuh seperti dia? Menjijikan sekali”
Hwa sang pun pergi meninggalkan poong sang yang masih kaget 


Jung sang sepertinya akan pergi ke pulau seorang diri ternyata jung sang pergi melihat rumah sakit kecil di sebuah pulau sepertinya jung sang akan dipindahkan ke rumah sakit tersebut


Jung sang pulang ke apartemennya,, poong sang telah menunggunya.. jung sang menghampiri poong sang 
Jung sang: “kakak apa perlu apa?”
Poong sang: “buka pintunya 


Poong sang telah masuk dan langsung memukul kepala jung sang
Jung sang terjatuh
Poong sang: “kenapa kamu begitu bodoh? Kamu tahu betapa kamu berharga bagiku? Kamu lulus kuliah dan hanya kamu yang masuk sekolah kedokteran lalu mereka iri kepadamu karena menjadi dokter di rumah sakit universitas apa yang membuatmu bertindak gila? Dan memutuskan hal itu? Benarkah kamu menyukai pria yang punya istri dan anak? Kamu begitu menyukai dia hingga merelakan segalanya?”


Poong sang: “saat pelanggan datang ke bengkelku untuk memperbaiki mobil mereka, kubilang “lihat adikku dokter di rumah sakit universitas dia cantik dan pintar kamu tidak mempunyai adik seperti dia, bukan?” (sambil mengeluarkan ponselnya yang berisi foto jung sang) dahulu kamu membuatku sangat bangga bagaimana kamu bisa menghancurkan hidupmu sekaligus?” 


Jung sang: “maaf kak”
Poong sang: “kenapa? Apa lagi yang kamu butuhkan? Kenapa kamu berpacaran dengan suami orang?”
Jung sang: “saat bedebah itu kabur sehari sebelum pernikahanku, aku ingin mati aku begitu malu dan terhina aku hanya ingin mati kala itu dialah yang menggenggam tanganku aku tidak peduli dia sudah menikah.. dahulu, aku terpaksa menerima dia untuk melanjutkan hidup.”


Poong sang: “apa yang harus kulakukan padamu? Apa yang akan kamu lakukan? Ini dosa”
Jung sang: “aku tahu.. aku sadar melakukan dosa”
Poong sang: “kalau begitu, berhentilah. Kamu pintar, tapi kenapa melakukan itu? Kamu sukses. Lantas kenapa? Kenapa kamu melakukan hal semacam ini?”


Jung sang: “aku tidak begitu hebat, kak aku hanya anak ketiga dari lima bersaudara dalam keluarga yang kacau “kamu bertumbuh tanpa orang tua berani sekali kamu ingin menikah dengan putraku? Saudara saudaramu bodoh dan tidak beradab hanya kamu yang lulus kuliah hanya kamu yang bisa menghasilkan cukup uang kamu masih menanggung banyak utang kamu pikir putra berhargaku adalah penyambung hidupmu? Terima ini dan pergilah” 5 tahun lalu inilah ucapan ibunya di bengkel mobil kakak inilah kenyataanku di dunia ini sekarang ada satu lagi wanita bodoh yang kehilangan pekerjaan karena mendekati suami orang aku sungguh menyesal telah mengecewakan kakak tapi biarkan saja aku inilah diriku...”


Poong sang tidak berkata apa apa lagi poong sang hanya bisa menangisi adiknya.

Comments


EmoticonEmoticon