SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 7 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


We sang bekerja menjadi supir pengganti dan diberikan upah oleh pemilik mobil


Setelah bekerja we sang pulang ke rumah,, di rumah sudah ada hwa sang yang memasakkan mi untuk we sang 
We sang: “untuk mi itu (sambil memberika uang kepada hwa sang) bagaimana dengan kakak?”
Hwa sang dengan bahagia menerima uangnya 
Hwa sang: “aku tidak makan selarut ini, aku beruntung” 
We sang: “mi buatan kakak sangat enak”
Hwa sang: “saat aku bekerja di bar pelanggan bilang mi buatanku sangat enak, kamu mengencani seseorang?”
We sang: “tidak”


Hwa sang: “bukankah kamu menemui gadis cantik sebagai pelanggan?”
We sang: “apa maksud kakak?”
Hwa sang: “pastikan kamu bertemu wanita yang hebat, wanita yang kaya, baik hati, dan baik pada saudaramu. Bukan wanita yang sering mengomel seperti ibunya joong yi”
We sang yang mendengar pekataan kakaknya hanya tertawa 
We sang: “bukankah menyebalkan harus bangun untuk membuat ini?”
Hwa sang: “khusus kamu kita berdua berhenti makan ramyeon setelah hari itu”
We sang: “aku sedih saat teringat akan itu.”
Hwa sang: “omong kosong jangan memikirkan itu”


We sang: “kak, aku akan menghasilkan banyak uang dan membiayai operasi kakak.”
Hwa sang: “biayai operasi wajahku”
We sang: “penghasilanku akan kurang hingga akhir usiaku butuh banyak uang untuk memperbaiki itu.”
Hwa sang: “lupakan saja, bedebah (sambil memukul kepala hwa sang) mau nasi juga?”
We sang: “ya…”
Hwa sang: “baiklah…” 
We sang terlihat sedang memikirkan sesuatu


Esok harinya.. hwa sang berdandan dan memakai baju mencolok
Saat melihat chil book hwa sang menyapanya.. 
 Chil book: “kamu mau ke mana?”
Hwa sang: “bukan urusanmu”
Chil book: “semua pacarmu tidak berguna. Jadilah kekasihku saja 


Setelah mendengar ucapan chil book,,, hwa sang berbalik dan memukuli chil book lalu pergi.. tapi chil book tetap menatap hwa sang dengan rasa suka 


Dal ja yang melihat chil book menatap hwa sang langsung memukuli kepalanya 
Dal ja melarang chil book menyukai dan berpacaran dengan hwa sang… 
dal ja tidak ingin keluarganya hancur dan sekeras apapun hwa sang 
mendekati chil book.. chil book dilarang memberikan hatinya 
Tapi chil book tetap berharap hwa sang akan mendekatinya.. dal ja yang mendengarnya memukul kepala chil book kembali 


 Hwa sang berjalan bersama dengan seorang pria 
Setelah sampai di rumah pria tersebut.. hwa sang malah mengeluh karena rumahnya jelek tapi hwa sang tetap masuk..


Ternyata pria tersebut sudah memiliki anak perempuan,, hwa sang yang melihatnya heran ternyata dia sudah memiliki anak.. 
“ibunya bilang akan mengajaknya saat kami bercerai tapi meninggalkan dia di depan pintuku saat aku tida membayar dia hanya untuk beberapa bulan tunggu sampai aku menghubungi dia” kata pria tersebut
Hwa sang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai kakak kepada anak perempuan itu
Tapi pria tersebut malah mengejek hwa sang dan mengatakan ibu anaknya lebih muda dari hwa sang
Pria tersebut bertanya apakah hwa sang tidak membawa tas 


Hwa sang telah siap untuk pergi.. poong sang bertanya siapa teman hwa sang tapi boon shil melarang poong sang untuk menanyai hwa sang lagi dan memuji 
hwa sang atas kepindahannya
Poong sang: “aku harus tau siapa temanmu”
Hwa sang: “bukankah kakak menyuruhku pindah? apa urusan kakak jika aku mati diluar sana?”
Poong sang: “kenapa kamu berkata begitu? Aku akan mengantarmu kesana”


Boon shil: “jangan, dia sudah dewasa (sambil menahan poong sang) pergilah 
hwa sang”
Hwa sang: “aku yakin kamu akan merasa sangat lega”
Boon shil: “ya.. aku merasa sangat lega dan tenang”
Hwa sang: “mari lihat sebahagia apa hidup kalian setelah mengusir kami! Rumah sialan!”
Poong sang: “beri aku nomor dan alamat mereka,, hwa sang!”
Boon shil: “hentikan”


Di rumah sakit jung sang mengingat perkataan hwa sang saat pendakian tentang keadaannya 
jung sang lalu menelpon hwa sang untuk keluar..
mereka berdua masih menelpon
“kenapa? Kamu pikir aku takut kepadamu? Tunggu disitu” kata hwa sang lalu menutup telponnya


Hwa sang datang menemui  jung sang
Hwa sang: “ada apa?”
Jung sang: “kamu pelakunya?”
Hwa sang: “pelaku apa?”
Jung sang terus menatap hwa sang,,, hwa sang berbalik melihatnya dan tiba tiba mengatakan “benar. Itu? Dia bilang apa? Dia menamparmu? Lihatlah dirimu memolototi aku berani sekali perusak rumah tangga orang memolototi aku?”


Orang-orang yang berada di kafe tersebut langsung melihat hwa sang dan jung sang
Jung sang: “pelankan suaramu” 
Hwa sang: “sepertinya kamu malu kamu hanya merayu suami orang dan berani menyebutku sampah? Baiklah. Mungkin aku sampah, tapi kamu bahkan lebih hina kamu seperti sampah makanan”
Jung sang: “jangan mencampuri hidupku”


Hwa sang: “apa? Hidupmu? Maaf tapi aku harus ikut campur aku akan beritahu yang lain.”
Jung sang: “baiklah, tapi jangan beritahu kak poong sang”
Hwa sang: “kenapa? Inilah hasil kerja kerasnya dalam membantumu menjadi dokter, dia berhak tahu. Dia membedakan aku dan berpikir kamu yang terbaik aku harus melihat reaksinya begitu mendengar ini.”


Jung sang: “kumohon....”
Hwa sang: “bukankah ini kali pertamamu memohon kepadaku? Kamu menjijikan ini melampaui bayanganku”
Hwa sang pun pergi meninggalkan jung sang


Yul han: “jika kamu berencana menikahinya, bercerailah lebih dahulu bagaimana kamu bisa membiarkan istrimu menamparnya di depan banyak orang di sini? 
Jung sang hanya punya harga dirinya kamu menghancurkan dia dan sekarang ingin menikahinya? Ini caramu mencintai seseorang?”
Jung sang tiba tiba datang dan menyuruh yul han untuk tidak ikut campur 


Jung sang: “apa hubungannya denganmu?”
Yul han: “apa kekuranganmu hingga mengalami ini? Aku punya banyak kekurangan turunlah lebih dahulu (menyuruh ji ham untuk pergi) aku harus bicara dengan dokter kang”
Ji ham pun menurutinya dan pergi


Jung sang: “seperti kamu meningalkanku 5 tahun yang lalu mulai sekarang pergilah dari hidupku serta jangan mendekati dia (ji ham) kamu tidak boleh memarahi atau memberinya saran kamu tahu yang membuatku marah?kamu menganggapku wanita yang berusaha mendapatkan kenyamanan dari semua orang karena ditinggal mantan kekasihnya padahal mereka berencana menikah hal itu membuatk marah mungkin dunia ini menganggapku pezina, tapi bagiku ini cinta. Kamu hanya orang yang mengarahkanku kepadanya”
Yul han: “siapa yang mengubahmu seperti ini? Semua ini salahku. Aku yang salah”


Jung sang: “kamu belum berubah berani sekali kamu mengkritik dirimu? Jangan sombong. Sudah cukup, dokter kang”
Setelah jung sang mengatakan semuanya jung sang meninggalkan yul han seorang diri
Yul han hanya menghempaskan nafasnya 


Jung sang masuk ke ruangan ji ham dan menguncinya,, ji ham melihat jung sang dan menghampirinya 
Tapi tiba tiba jung sang mengatakan ingin mengakhiri hubungannya 
Jung sang: “kenapa aku harus berusaha saat tidak ada harapan? Putuskan saja aku”
Ji ham: “aku tahu perasaanmu maaf aku telah melukai perasaanmu.”


Jung sang: “aku akan berkata jujur. Aku tidak mau dia berkuasa. Aku tidak membiarkan siapapun mengendalikan aku. Aku lebih penting bahkan daripada cinta kamu tahu itu.”
Ji ham: “aku tahu, harga dirimu membuatmu jadi begini”
Jung sang: “aku butuh tamparan itu agar sadar jika tidak mengakhiri ini, kita berdua akan hancur. Mari kembali seperti dahulu dia pasti membuatmu kesulitan di rumah setidaknya kamu harus hidup.”


Jung sang ingin keluar tapi ji ham memeluk jung sang dari belakang
Ji ham: “aku tidak akan mundur tidak ada yang bisa menahanku. Tunggulah aku”
Jung sang sudah tidak ingin mendengarnya lagi dan melepaskan pelukan ji ham lalu pergi 
Ji ham hanya teridiam


Ji ham minum minun seorang diri tapi ji ham memikirkan sesuatu dan langsung pergi ke rumahnya
Ji ham berlutut di depan istrinya dan memohon untuk melerakannya ji ham rela semua hartanya diambil 
Istri ji han sudah tidak tahan dan menampar ji ham


“kamu sudah gila. Kamu begitu mencintai dia? Kamu begitu mencintainya hingga rela membuang jerih payahmu selama 40 tahun? Apa yang membuatmu begitu mencintainya? Apa karena dia jauh lebih muda daripada aku?” jata istri ji ham dengan emosi
Ji ham: “dia menghormati aku kamu mengenalku semenjak hidupku menyedihkan sehebat apa pun aku menyombong di depanmu kamu tidak akan peduli. Aku menjadi makin rendah diri tapi dia menjadikanku pria yang percaya diri dan terhormat”
“saat aku berusaha keras mendukungmu bahkan sebelum kamu menjadi dokter apa yang dia lakukan?” kata istri ji ham


Ji ham: “itulah sebabnya aku selalu merasa berutang kepadamu dan kamu terasa seperti kreditor bagiku aku akan hidup dengan rasa bersalah ceraikan aku”
“ji ham kamu sungguh tidak mengenalku kamu pikir aku baru tahu soal kalian? Aku tidak ingin memperebutkan keluargaku dengan orang lain kamu akan tetap bersamaku hingga akhir hayatmu” kata istri ji ham
Ji ham hanya bisa diam


Young pil sepertinya sedang mencari tempat tapi young pil ingin mencari tempat yang lebih besar 
Seorang pria menunjukkannya tempat lain tapi saat ingin pergi young pil melihat mantan kekasihnya yang bersama istrinya sekarang

Mereka sepertinya membeli peralatan bayi,, perut perempuan tersebut juga sudah membesar


Young pil berada di bar sendirian dan memikirkan kejadia tadi


Sepertinya young pil menelpon we sang
Young pil: “kamu ada disini”
We sang: “kebapa kamu banyak minum? Ini masih sore”
Young pil: “aku minum minum sejak siang aku melihat bedebah itu. Dia dan istrinya membeli barang untuk bayi mereka”
Setelah mengatakannya young pil terjatuh di pelukan we sang


We sang mengantar young pil pulang,,, ponsel young pil berbunyi ternyata pesan dari bedebah (mantan young pil) dalam pesannya mantan young pil bertanya apakah young pil sudah tidur
Young pil menyuruh we sang untuk menelfonnya.. mantan young pil mengakatan dia merindukan young pil dan dia menikah bukan karena mencintainya dan akan menunggu young pil di hotel
Young pil menyuruh we sang untuk pergi ke hotel.

Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Related Posts

Load comments

Comments