Rabu, 06 Februari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 6 PART 2

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Poong sang menemui suami ma cho nam
Suami cho nam mengancam akan melaporkannya kepada polisi 


Poong sang berlutut agar suami cho nam memaafkan jin sang 
Poong sang memohon agar jin sang dimaafkan karena hidupnya akan hancur jika dipenjara 


Suami cho nam akan memafkannya poong sang lalu berdiri dan berterima kasih akan kebaikannya
Suami cho nam mengulurkan tangannya,, tapi poong sang mengira 
suami cho nam ingin bersalaman 
Ternyata tidak suami cho nam ingin meminta ganti rugi dan waktunya hanya sehari


Poong sang akan mengusahakan dan membawa 1.000 dolar untuknya tapi suami cho nam malah tertawa dan mengatakan dia ingin 10.000 dolar bukan 1.000 dolar dan jika poong sang tidak memberikannya jin sang akan masuk penjara pada esok harinya


Poong sang merasa tidak percaya apa yang telah di dengarnya 


Poong sang pergi ke boon shil untuk meminta uang 
Boon shil: “uang? Kali ini ulah siapa? Jin sang atau hwa sang?”
Poong sang: “kenapa kamu ingin tahu? Berikan buku tabungan itu.”
Boon shil: “kamu gila ya? Jangan ambil buku tabungan itu.”
Boon shil berusaha menahan poong sang tapi tidak berhasil


Poong sang menggeledah tas boon shil dan menemukannya,, boon shil menahannya dan mengatakan uang tersebut untuk kuliah joong yi tapi 
poong sang tidak memeduliakannya dan tetap mengambil buku tabungan tersebut


Boon shil: “bedebah! Hubungan kita sungguh berakhir!”
Boon shil menangis melihat poong sang mengambil buku tabungan tersebut


Poong sang bertemu dengan suami ma cho nam dan menyerahkan uangnya 
“bersyukurlah aku hanya mengambil 5.000 dolar” kata suami cho nam
Poong sang berterima kasih,, ponsel poong sang berbunyi. Poong sang mengangkatnya dan mengatakan akan menelfonnya kembali lalu menutupnya


“tidak perlu membenci siapa pun atau berusaha menyalahkan siapa pun, jaga saja adikmu dengan baik inilah alasan orang bilang dia sembrono karena bertumbuh tanpa orang tua seharusnya dia malu kepada diri sendiri sulit kupercaya dia gigolo dia tidak tinggal di gangnam” kata suami cho nam
Poong sang hanya diam mendengar ucapan suami dari cho nam


We sang datang dan bertanya apa maksud semuanya
We sang: “kak jin sang berulah lagi?” 
Poong sang: “tidak...”
Poong sang menyuruh suami cho nam untuk pergi 


We sang meminta uang tersebut tapi poong sang menahan we sang 
suami cho nam bisa pergi
We sang: “kenapa kakak memberikan uang hasil kerja keras kakak untuk dia? Penjarakan saja dia!”
We sang masuk ke rumah 

Jin sang tidur dengan santai tapi saat melihat we sang,,
 jin sang berpura pura terlihat lemah
jin sang: “aku sekarat, sekujur tubuhku sakit. Maaf, we sang kakak mungkin mati lebih awal” 
we sang: “keluar selagi aku bersikap baik”
jin sang: “jika menang, kakak akan membelikanmu setelan bagus...”
we sang: “kubilang keluar!”
jin sang takut dan menuruti perkataan we sang


Jin sang: “kuharap kita tidak akan pergi terlalu jauh katakan saja yang ingin kamu katakan”
We sang berbalik dan menghajar jin sang 
Jin sang: “dasar mafia! Lihat darah ini”
We sang: “kakak tidak berdarah”
Jin sang: “lebih menakutkan saat tidak berdarah! Artinya ada pendarahan internal!”
Jin sang berteriak untuk meminta tolong we sang hanya melihatnya dengan ekspresi datar


We sang menyuruh jin sang untuk bangun tapi jin sang masih berteriak memanggil manggil orang untuk menyelamatkannya 


Jin sang berpura pura mati 
We sang mendekatinya dan mengatakan “jin sang jika membuat kak poong sang mengalami masalah lagi aku sungguh akan membunuhmu” 
We sang pergi meninggalkan jin sang yang masih berpura pura mati


Setelah melihat we sang pergi
Jin sang mengatakan “dasar mafia, kamulah yang harus menjaga sikap aku nyaris mati”
Tapi we sang berbalik melihat jin sang...
Jin sang berpura pura mati lagi


Di rumah ayahnya boon shil
Bo koo sedang tertidur tapi masih menyalakan TV, boon shil merasa terganggu dan akan mematikannya tapi tiba tiba bo koo terbangun dan mengatakan dia tidak tertidur karena tidak bisa tertidur 
Boon shil: “itu karena ayah menyalakan TV-nya sepanjang malam”
Bo koo: “apa maksudmu? Tv tidak membuat ayah terjaga ayah menyalakannya karena tidak bisa tidur”


Boon shil: “dari pada menonton TV seharian ayah sebaiknya keluar dan menemui teman ayah berhentilah mengeluh tidak bisa tidur saat malam”
Bo koo: “ayah tidak punya teman entah mereka sudah meninggal atau menikah lagi ayah tidak bisa menghubungi teman yang sudah meninggal dan teman yang masih hidup tidak bisa datang karena tidak punya uang atau sakit”
Boon shil: “terlalu sering menonton TV tidak baik untuk ayah, ayah akan mengidap demensia lebih awal daripada orang lain”
Bo koo mengelak dan juga mengeluhkan giginya.. boon shil kesal dan mengatakan akan mengganti gigi ayahnya


Boon shil keluar dan bo koo berteriak dari dalam apakah boon shil tidak akan pulang 


Poong sang kembali bekerja di pabrik air poong sang sangat bekerja keras


Sesampainya dirumah
Poong sang bahagia melihat boon shil kembali 
Boon shil mengeluhkan jin sang yang membuat masalah kembali sejak jin sang kecil poong sang akan mendatangi sekolahnya dan meminta maaf boon shil menyuruh poong sang untuk membiarkan jin sang mengurusi masalahnya sendiri  poong sang berjanji itu adalah terakhir kalinya menyelesaikan masalahnya


Boon shil juga mengeluhkan tagihan telepon tapi poong sang tetap mebela adik adiknya,, 
Saat melihat isi tagihannya poong sang kaget dengan jumlahnya 


Poong sang: “apa rencanamu tentang uang kuliah joong yi? Aku menabung 
50 dolar per bulan sejak dia lahir agar dia bisa memakainya sebagai uang kuliah bagaimana kamu bisa memberikan itu kepada jin sang? Kamu menyebut dirimu ayahnya?”
Poong sang: “aku akan mengurusnya aku bisa menguliahkan dia”
Boon shil: “kataka sejujurnya kamu tidak sungguh menyayangi dia bukan? Kamu tidak pernah menginginkan dia”


Poong sang: “bagaimana kamu bisa mengatakan itu?”
Boon shil: “kamu sudah lupa? Aku sudah punya 4 adik untuk apa aku ingin anak lagi? Mari menganggap mereka sebagai 4 anak kita dan tidak punya anak sendiri (sambil menirukan ucapan poong sang) saat aku mengandung joong yi kamu menyuruhku aborsi. Kamu sudah lupa? Kamu akan dikutuk”
Poog sang: “ya... inilah alasan hidupku seperti ini jangan pernah lagi membahas itu”


Joong yi mendengar semuanya dari luar.. joong yi menangis mendengar perkataan orang tuanya... joong yi pun pergi


Poong sang membeli obat kembali,, penjaga apotek khawatir dan menyuruh poong sang untuk memeriksa karena adiknya adalah dokter di rumah sakit
Tapi poong sang mengatakan untuk tidak mencemaskannya karena hanya disebabkan oleh stres 


Poong sang terbangun dan merasakan sakit... poong sang mengambil obatnya dan merasa mual 
Poong sang masuk ke dalam kamar mandi
Dari raut wajahnya poong sang merasa khawatir.

Comments


EmoticonEmoticon