Rabu, 06 Februari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 6 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Istri ji ham datang ke rumah sakit
Jung sang mendapat pesan dari ji ham yang berisi “jangan menanyakan apa pun, tapi jika istriku menghubungimu jangan menemui dia.”


Tapi  istri ji ham menemukan jung sang dan langsung menamparnya hingga jung sang terjatuh.. semua kaget dan melihatnya 
“suamiku tidak akan bercerai. Teruslah berusaha dan hidup sebagai pezina seumur hidupmu” kata istri ji ham lalu pergi 
Semuanya melihat jung sang bahkan ada yang merekam melalui ponselnya
Kang yul han melihat jung sang dan begitu pula sebaliknya


Poong sang memeriksa tas joong yi dan menemukan rokok, joong yi yang melihatnya langsung merebut rokok tersebut dari tangan poong sang
Joong yi: “kenapa ayah memeriksa tas ku?”
Poong sang: “kamu merokok? Sejak kapan? Bagaimana jika paru parumu rusak?”
Joong yi: “kenapa ayah peduli jika paru paruku rusak? Sejak kapan ayah begitu memedulikan aku?”
Poong sang: “berandal. Karena ayah ini ayahmu murid harus belajar”


Poong sang sudah tidak tahan dengan kelakuan joong yi dan melepas semua poster di dalam kamar joong yi 
Joong yi: “ini penyiksaan anak, aku akan melaporkan ayah ke polisi” 
Poong sang: “apa yang kamu lakukan?”
Joong yi: “aku melaporkan ayah ke polisi”
Poong sang merebut ponsel joong yi dan memukulinya
Joong yi: “kenapa ayah memukulku? Ayah tidak memedulikan aku. Kalian akan bercerai ayah tidak berhak memukulku ayah bukan orang tua”


Jung sang terlihat sedang memikirkan sesuatu dan tersentak saat ponselnya berbunyi ternyata dari poong sang yang memintanya untuk bertemu dengan jung sang


Poong sang: “jantung kakak mulai berdebar tubuh kakak mulai bergetar, dan kakak terburu buru karena tidak tahu harus bagaimana, kakak menemuimu. Kakak ingin mengatakan sesuatu kepada joong yi, tapi seperti yang kamu tahu kakak tidak berpendidikan. Kakak hanya lulusan SMA dan hanya membaca buku pelajaran. Boon shil yang selalu mengurus joong yi kakak tidak tahu banyak karena harus menghadapi dia sendiri, kakak tidak bisa menangani apa pun bagaimana dia bisa merokok. Dan berniat melaporkan kakak ke polisi? Begiitukan anak zaman sekarang?”
Jung sang menyuruh poong sang untuk minum


Poong sang: “kurasa dia tidak akan mendengarkan kakak bagaimana jika kamu yang berbicara dengannya dan menyadarkan dia? Bagaimana jika akhirnya dia menghancurkan hidupnya?”
Jung sang: “untuk apa dia mendengarkan aku jika tidak mau mendengarkan ayahnya sendiri?”
Poong sang: “kamu andalan keluarga kita, kamu mungkin lebih muda daripada kakak, tapi kakak menghormatimu dan bangga kepadamu kakak ingin joong yi meniru kamu, tapi situasinya tidak sesuai harapan kakak”


Jung sang: “aku bukan orang yang membanggakan”
Poong sang: “terlalu rendah hati bukanlah sifat yang baik kakak bertahan dari masa tersulit kakak dengan memikirkan kamu bahkan saat jin sang dan hwa sang berbuat onar serta we sang menambah masalah, kakak masih bertahan karena kamu.”
Jung sang  mendengarkan semuanya dengan raut wajah sedih dan jung sang beralasan dia ada operasi.. poong sang membujuk jung sang untuk membantunya tapi jung sang pamit dan berlari 


Jung sang berlari naik ke balkon 
Jung sang sudah tidak tahan menahan tangisannya 

Di hotel jin sang menghiasi kamar hotel dengan bungan dan balon balon 
Jin sang mengeluarkan dalamannya dan mengatakan “5 juta dolar itulah yang kumaksud’


Di tempat lain ma cho nam menelfon jin sang dan menyuruhnya untuk menunggu  
Cho nam masuk ke dalam rumahnya dan kaget melihat suaminya yang sedang minum minum 
Suami cho nam menunjukkan semua foto cho nam bersama jin sang,,, cho nam langsung meminta maaf dan beralasan jin sang lah yang menggodanya duluan 


Jin sang tampak bersemangat menunggu cho nam.. tanpa mengetahui 
cho nam dan suaminya menyusulnya ke hotel
Saat sudah masuk jin sang kaget melihat suami cho nam... suami cho nam lalu menendang jin sang. 
jin sang bertanya siapa dia, cho nam mengeluarkan ponselnya dan merekamnya
Suami cho nam memukul jin sang sampai berdarah 


Suami cho nam memberitahu jin sang yang sebenarnya tentang cho nam bahwa cho nam adalah pembantu yang digaji 10 dolar per jam.. jin sang lalu menatap cho nam dan cho nam meminta maaf karena tepergok oleh suaminya 

Jin sang menyuruh cho nam untuk mengatakan yang sebenarnya tapi cho nam tidak ingin mengatakannya... jin sang ingin kabur tapi suami cho nam telah mendpatkannya terlebih dahulu


Suami cho nam datang ke bengkel poong sang
“astaga, aku tidak akan mendapatkan uang sebanyak itu walau menjual semua barang disini” kata suami dari cho nam


Suami cho nam memperlihatkan video yang telah direkam oleh cho nam tadi 


Poong sang dan jin sang berada di tepi sungai,, tapi jin sang agak menjauh dengan poong sang.... poong sang menyuruhnya untuk mendekat tapi jin sang tidak bergerak sama sekali sehingga poong sang mengejarnya 


Poong sang kecewa dengan sikap jin sang 
Jin sang: “aku ingin membayar utangku! Kakak pikir aku suka menghabiskan waktu bersama wanita tua itu?”
Poong sang: “utang apa? Kamu berjudi lagi?”
Jin sang: “aku tidak mungkin melakukan itu andai punya cukup uang. Aku bangkrut, bisa apa lagi? Aku juga ingin punya banyak uang dan tampak keren aku ingin punya uang 100 dolar di saku baju kakak tahu aku tidak punya teman, bukan? Aku memutuskan hubungan dengan semua orang karena tidak punya uang begitulah aku menjalani hidupku”


Poong sang: “maka kamu bisa bekerja, alih alih berjudi”
Jin sang: “aku tidak cakap dalam bekerja! Kakak tahu betapa menyenangkan rasanya saat mendadak memenangi permainan padahal hampir kalah?”
Poong sang: “kakak harus bagaimana denganmu?”
Jin sang: “jangan lakukan apapun dan tinggalkan saja aku!”
Poong sang: “ini tidak mungkin terjadi andai kamu berkuliah kamu berpura pura sebagai mahasiswa selama 4 tahun sekarang kamu menjadi gigolo (laki laki sewaan) yang menipu wanita? Kamu sudah menyia nyiakan banyak uang untuk biaya kuliahmu! Matilah!” 


Jin sang: “aku juga gila tiap kali memikirkan itu terkadang aku masih memimpikan hari itu seharusnya aku tidak ikut bedebah itu ke rumah perjudian aku hanya ingin mengiris pergelangan tanganku satu satunya cara untuk menghentikan rasa sakit ini yaitu dengan menemukan bedebah itu dan membunuhnya lalu membunuh diriku sendiri”
Poong sang; “bisa bisanya mengatakan itu di depan kakakmu? Matilah! Kakak akan membunuhmu lebih dahulu, baru mati.”
Jin sang: “bunuhlah aku! Aku tidak ingin hidup di dunia ini aku bahkan tidak ingin bangun setiap pagi kakak bilang aku seperti ini karena malas, tapi untuk apa aku bangun padahal seluruh hidupku sengsara?


Jin sang meminta maaf dan melompat ke sungai 
Poong sang berteriak memanggilnya 
Poong sang melepaskan jaketnya dan menyuruh jin sang untuk memegangnya tapi ternyata jin sang tidak tenggelam karena sungai tersebut tidak dagkal


Poong sang memasak sambil memikikan ucapan adiknya yang ingin bunuh diri, poong sang menangis mengingatnya


Jin sang turun dari lantai 2 rumah dan membuka masakan yang telah disiapkan poong sang,, 
Jin sang melihat masakan tersebut dan berusaha menahan untuk tidak menangis

Lanjut part 2.....

Comments


EmoticonEmoticon