Rabu, 06 Februari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 5 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Boon shil datang ke tempat ayahnya, boon shil beralasan dia datang karena tidak ingin mendengar ayahnya yang mati kelaparan


Poong sang dan lainnya hanya makan beberapa lauk karena boon shil yang tidak ada untuk memasak
Poong sang menyuruh hwa sang untuk memasak sementara waktu, tapi 
hwa sang tidak mau dan mengatakan joong yi saja yang memasak
Poong sang mengatakan dia masih muda,,


Hwa sang: “suruh saja jung sang untuk melakukannya”
Poong sang: “dia sibuk bekerja sebagai dokter bagaimana bisa kakak memanggil dia hanya untuk memasak”
Hwa sang: “kenapa kakak tidak pernah menyuruh dia bekerja?”
We sang: “mulai lagi biar aku saja”
Hwa sang merasa poong sang selalu membela jung sang,, hwa sang mengatakan kelak nanti jung sang akan mengkhianati poong sang dengan cara berbeda dari orang lain setelah mengatakan itu hwa sang pergi


We sang lari pagi sambil melayangkan tinju 


Poong sang membangunkan joong yi dan dibawah ranjang joong yi ada 
hwa sang  yang juga tertidur,, setelah poong sang membawa keluar joong yi hwa sang langsung naik ke tempat tidur joong yi


Poong sang dengan terburu buru membuatkan sarapan untuk joong yi 
Tapi joong yi tidak mau dan menanyakan camilannya, poong sang yang tidak tau bertanya kembali.. joong yi kesal dan menyuruh poong sang untuk melupakannya


Jin sang melihat poong sang yang memaksa joong yi untuk makan,, jin sang mengatakan boon shil selalu mengemaskan buah untuk joong yi 


Poong sang datang ke sekolah joong yi, 


Joong yi menghampiri ayahnya.
Joong yi merasa malu melihat ayahnya 


Joong yi melihat buah yang dibawa ayahnya dan langsung membuangnya dan tidak mau memakannya,, 
Joong yi kembali masuk ke kelasnya, temannya bertanya siapa pria yang ditemui joong yi
Joong yi menjawab poong sang adalah orang yang bekerja dirumahnya. 
Poong sang  mendengarnya dan memungut buah yang dibuang joong yi dengan sedih


Poong sang pulang dengan kecewa, jin sang yang melihatnya memanggil 
poong sang.. tapi poong sang hanya melewatinya saja


Jin sang melihat buah yang dibawa poong sang dan langsung memakannya 
Poong sang hanya diam saja dan masih memikirkan sikap anaknya


Hwa sang bertemu dengan istri ji ham, dan mengatakan ada yang perlu diketahuinya tentang suaminya


Jung sang buru buru masuk ke mobilnya dan tiba tiba kang yul han juga masuk ke mobil jung sang 
Jung sang: “ada apa?”
Yul han: “pergi ke seminar itu”
Jung sang: “aku tidak ada waktu untuk bertengkar”
Yul han: “ya mulailah mengemudi”
Jung sang hanya diam mendengarnya


Yul han: “dengarkan yang harus kukatakan tanpa berkomentar sebenarnya, aku ingin memulai dari awal bersamamu 
aku akan menebus kesalahanku karena pernah menyakitimu dahulu aku terlalu bodoh aku sudah mengambil keputusan tegas tentang kamu kuharap kamu mempercayaiku 
tak perlu menjawab sekarang kamu boleh memberiku jawaban setelah melihat tindakanku, bukan ucapanku”
Jung sang hanya mendengarnya tanpa berkata apa setelah yul han berhenti bicara, jung sang menghentikan mobilnnya di tengah jalan


Jung sang: “keluar, itulah jawabanku”
Yul han: “jung sang...”
Jung sang: “kamu tahu aku tidak suka mengulang ucapanku”
Yul han: “kamu memang pemarah, tapi itu salah satu pesonamu”
Yul han kemudian keluar dari mobil jung sang


Seorang pelanggan poong sang sedang memarahi jin sang,, poong sang melihatnya dan akan membersihkan mobilnya kembali. Tapi pelanggan tersebut sudah terlanjur marah
Pelanggan tersebut pergi tanpa membayar jin sang melempari sepatu mobil tersebut 


Poong sang: “kamu tidak belajar dari boon shil?”
Jin sang: “sudah kukatakan, aku tidak akan menjilat orang. Aku tidak cocok dengan pekerjaan fisik.”
Poong sang: “kamu pikir ada yang cocok untuk itu? Kita berusaha mencari nafkah”
Jin sang: “kakak menganggapku apa?
Poong sang: “kamu pendompleng tidak cakap yang payah dan merampas uang orang”
Jin sang: “jika kakak berfikir akan terus melakukan ini aku akan menghilang demi kakak aku tidak akan berutang apa pun kepada kakak satu babak judi sudah cukup.
Poong sang yang mendengarnya langsung memburu jin sang tapi tidak berhasil mendapatkannya


We sang sejak tadi mengurus mobil yang sama poong sang yang melihatnya menyuruh we sang untuk berhenti dan menyuruh we sang untuk mengembalikkan mobil tersebut 


We sang mengembalikan mobil young pil, tapi young pil tidak memiliki 
uang tunai dan ingin membayar dengan kartu, tapi we sang tidak membawa mesin pembaca kartu
Young pil lalu ingin membayar kredit dan meminta we sang untuk mengirim nomor rekeningnya we sang mengerti dan akan pergi
Tapi saat mau pergi we sang mendengar suara perut young pil 


We sang pergi ke toko makanan dan memberikannya kepada young pil 
We sang mengatakan untuk tidak kelaparan karena mantan young pil dan menyuruh young pil untuk makan 
We sang keluar dengan bahagia


Poong sang sedang memasak dan melihat joong yi yang sudah pulang, 
poong sang menyuruh untuk membersihkan badannya dan makan bersama tapi joong yi tidak memperdulikan poong sang dan langsung masuk ke kamarnya


Hw sang: “kamu tidak bisa menyapa, berandal?”
Poong sang menyusul joong yi di kamarnya tanpa mengetuknya
Poong sang: “kamu ingin makan apa?”
Joong yi: “kubilang ketuk pintunya”
Hwa sang: “sudah kuduga kamu akan mengatakan itu”


Poong sang menyadari kesalahannya dan mengetuk kembali
Poong sang: “benar juga, tok tok mau makan telur goreng?”
Joong yi: “terserahlah”
Hwa sang: “aku mau dua butir telur setengah matang pastikan tampak cantik”


Poong sang sudah mau menutup pintunya kembali tapi poong sang membukanya kembali lagi karena melihat joong yi yang memakai make up
Poong sang: “memakai riasan saat masih muda hanya akan merusak kulitmu”
Hwa sang: “tidak masalah asalkan dia menghapusnya dengan benar”
Joong yi: “jangan ikut campur, aku sudah besar”
Poong sang: “tentu ayah tidak ikut campur ayah mencuci mobil sepanjang hari” kata poong sang sambil tersenyum
Joong yi: “jangan mengunjungi aku disekolah, memalukan ada apa dengan baju ayah?  Baju ayah bau dan tangan ayah kotor ayah tidak mandi?”
Poong sang melihat tangannya setelah mendengar perkataan joong yi,, 
“ayah mandi baiklah, ayah tidak akan lagi mengunjungimu di sekolah” kata poong sang yang berusaha tersenyum


Hwa sang yang mendengar perkataan joong yi turun di tempat tidur dan memukul kepala joong yi 
Hwa sang: “dimana sopan santunmu, berandal? Malu? Kotor?”
Joong yi: “kenapa memukulku?”
Poong sang: “ada apa denganmu?” 
Hwa sang: “kakak tidak dengar ucapannya? Berandal kurang ajar ini menganggap dirinya tuan putri”


Joong yi: “mintalah ibu untuk pulang”
Poong sang: “dia merawat kakek yang sakit 
Joong yi: “aku bukan anak anak dan tahu yang terjadi kekacauan apa ini? Aku benci keluarga ini!”
Hwa sang: “kurang ajar”
Joong yi langsung keluar poong sang hanya tertunduk


Joong yi sedang berada di taman bermain bersama seorang anak laki laki 
joong yi bercerita tentang kedua orang tuanya tapi anak laki laki tersebut menghibur joong yi dan mengatakan orang tuanya mengatakan cerai dari lahir tapi mereka masih hidup bersama dan juga menyuruh joong yi untuk tersenyum karena joong yi cantik saat tersenyum
Joong yi mengatakan untuk tidak bersikap manis kepadanya dam joong yi mengtakan dia lapar anak laki laki yang bersama joong yi juga lapar dan ingin makan tteobokki


Hwa sang mendengar semuanya dan memanggil joong yi beserta anak laki laki yang bersama joong yi 


Hwa sang membawa mereka ke ke warung tteokbokki 
Hwa sang meminta maaf kepada joong yi karena telah memukulnya,, dan menyuruh joong yi untuk tidak melakukan tindakan seperti tadi kepada ayahnya dan jangan mengikuti jejaknya,, hwa sang bisa melakukannya karena 
poong sang adalah kakaknya tapi bagi joong yi poong sang adalah ayahnya 


Hwa sang: “perbedaan usiamya tidak sama. Dia.... tunggu usianya 47 tahun, usiamu 15 tahun? 47 dikurangi 15 adalah....”
“32” celetuk anak laki laki tersebut
Hwa sang lamgsung memujinya 
Hwa sang: “jika kamu mengulang sikapmu itu, bibi tidak akan membiarkann”
Joong yi: “berhentilah mengomel, bibi banyak bicara padahal hanya membeli tteokbokki”
Hwa sang: “berandal...”
Hwa sang meminta satu porsi tteokbokki lagi kepada pemilik warung 


hwa sang: “kamu kelas berapa?”
“kelas 5” kata anak laki laki tersebut 
Hwa sang: “kalian berpacaran?”
Joong yi yang mendengarnya langsung tersedak 
Hwa sang: “lihat dirimu, berpacaran dengan pria yang lebih muda. Kamu memang mirip bibi. Jika kamu berselingkuh darinya, aku akan menghajarmu.”
Joong yi: “hentikan...”
Anak laki laki tersebut hanya tersenyum mendengar perkataan hwa sang 


 Di tempat diskotik jun dal ja (ibunya chil book) melihat 
noh young shim (ibumya poong sang) sedang menghentikan pria yang selalu menemaninya.. ternyata pria yang selalu menemaninya bersama wanita paruh baya yang sepertinya memiliki banyak uang 
Dal ja: “wanita itu sulit dipercaya” 


Ji ham pulang kerumahnya..
Istrinya yang melihat ji ham langsung menghampirinya dan mengatakan untuk berhenti tidur di ranjang yang berbeda karena anak mereka sudah dewasa 
ji ham curiga dengan kelakuan istrinya 


Poong sang bekerja dengan keras di pabrik air.. setelah pulang poong sang ke toko dal ja dan memesan 2 botol soju
Dal ja: “kenapa tidak membeli sekotak saja? Kamu pasti membutuhkannya”
Poong sang: “apa maksudmu?” 
Dal ja: “kamu sudah mendengar kabar darinya?”
Poong sang: “dari siapa?”


Dal ja: “aku melihat dia di depan diskotik pria itu 10 tahun lebih muda dia pemuda yang bermain main dengan wanita tua diskotik utangnya menumpuk setelah berusaha menyenangkan dia orang tidak bisa berubah dia seharusnya sudah berjalan dengan tongkat dari mana dia mendapat energi?”
Poong sang: “bu... jangan pernah memberitahu adik adikku soal ini”

Dal ja: “mereka tetap akan tahu kenapa dia masih ada di lingkungan ini? Astaga dia meninggalkan anak anaknya untuk melakukan itu pantas ayahmu muak dengannya itulah sebabnya dia berkeliaran di jalan dan akhirnya mati di sana dia tidak pantas disebut ibu saat kamu seusia denganku, mendengar kata ibu membuatmu menangis”

Poong sang hanya diam mendengarkannya

Lanjut part 2....

Comments


EmoticonEmoticon