SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 2 PART 1

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Pagi ini Qing Qing sudah menceritakan kejadian di bus tadi dengan perawat yang lain, bagaimana Ruoman marah-marah tapi terlihat sangat keren. Qing Qing menceritakan hal itu dengan sangat antusias.

Tidak selang berapa lama Luifei lewat dan seperti biasa banyak orang yang menyapanya, termasuk Qing Qing yang menyapa Luifei dan mengikuti Luifei keruangannya untuk memberitahu jadwal hari ini.


Ruoman bukannya langsung berangkat ke kantorm tapi terlebih dulu ke rumah sakit menenggok Sunnie yang baru saja melahirkan, Ruoman ingin menyentuk bayi Sunnie, tapi tida diperbolehkan hehehe.

Setelah Ruoman duduk, Sunnie menagih kado untuknya. Ruoman menaruh video proses melahirkan Sunnie kemarin di dalam amplop merah yang dia berikan ke Sunnie.

Sunie berterima kasih kepada ibu baptis putranya itu, fakta bahwa putra Sunnie dan Ruoman memiliki tanggal lahir yang sama membuat Ruoman sangat senang, dengan bangga Ruoman mengakui jika dirinya adalah ibu baptis putra Sunnie. 

Bahkan dengan wajah serius, Ruoman mengatakan jika dirinya berakhir lajar, semua property miliknya akan dia berikan untuk putra Sunnie, yang tentu langsung Sunnie marahi karena mengatakan hal-hal omong kosong.


Sunnie menyadari jika Ruoman sudah banyak sekali mendapatkan  kesempatan-kesempatan terbaiknya, namun tidak pernah memiliki keberanian.


Enam tahun lalu, hari di mana Yuyang akan berangkat ke Amerika, Sunnie menemui Ruoman yang bersembunyi di kamar mandi, memaksa temannya itu untuk pergi menemui Yuyang, setidaknya Ruoman memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, tapi Ruoman tidak memiliki itu, sekalipun di paksa, sekalipun Sunnie mengeluarkan rencana terbaiknya. Ruoman adalah seorang pemberani yang penakut di hadapan perasaan-perasaan sejenis itu. Sunnie benar-benar memarahi Ruoman.


Waktu Yuyang di tempat itu hanya sebentar, setelah berpamitan dan menyalami beberapa orang Yuyang langsung masuk kedalam lift. Dan di detik itu keberanian Ruoman muncul, dia sudah tidak peduli bagaimana akhirnya, yang jelas dia harus menemui Yuyang.

Ruoman sampai di depan lift saat pintu lift baru saja tertutup, banyak orang yang memperhatikannya karena wajah Rouman yang sudah mulai berkaca-kaca dan sangat kacau dan tugas Sunnie adalah agar orang-orang tidak menyadari apa yang sedang terjadi. 

Sementara Ruoman menyadari kesempatan terakhirnya telah hilang, dia hanya bisa menangis. Sunnie sebenarnya sudah mengajak untuk mengejar Yuyang, mereka masih ada waktu tapi Ruoman tidak mau namun masih saja terus menangis.


Enam tahun lalu adalah pertama kalinya Sunnie bertemu dengan Luifei, setelah Ruoman nangis-nangis itu mereka ke luar mencari tempat makan untuk menghibur Ruoman. 

Hari itu Luifei datang ke restoran itu, mungkin di hubungi Sunnie atau Ruoman sendiri yang memanggilnya. Sunnie mengenalkan dirinya ke Lufei sebagai teman kerja Ruoman dan sudah mendengar banyak cerita tentang Luifei dari Ruoman.


Di mabuknya Ruoman, dia menjelaskan kepada Luifei jika Sunnie adalah orang yang berharga bagi dirinya, dan hal itu di benarkan oleh Sunnie, dia sekarang menjadi paling favorit dikantor bagi Ruoman karena Yuyang sudah pergi. Luifei terkejut setelah mendengar itu. Dengan menangis, Ruoman mulai mengadu pada Luifei.

Ruoman : “Luifei, Ding Yuyang pergi. Dia di pindahkan ke Amerika. Dia mungkin tidak akan kembali. Aku terus mengejarnya, tetapi dia terus menghindariku. Sekarang aku tidak bisa mengejarnya.”

Luifei adalah orang yang paling memahami Ruoman, dia tau Ruoman akan menyukai apa saja yang dia lihat saat mabuk, seperti dulu saat Ruoman mengatakan dia menyukai Luifei. Luifei juga membiarkan apapun yang ingin Ruoman lakukan, karena saat ini dia tau, Ruoman sedang sangat kacau, jadi dia membiarkannya padahal sedari tadi Sunnie sudah melarang ketika Ruoman meminta bir lagi.

Sampai kapan Ruoman akan terus menutup matanya, dan tidak melihat semua yang di lakukan Luifei itu memiliki arti, huhuhu gimana sih Luifei dateng Cuma buat jadi tempat nangisnya Ruoman doang. Udah mas, mundur.


Sunnie merasa masa muda Ruoman habis oleh seseorang yang sama sekali tidak bisa membalas perasaannya, maka dari itu sekarang bukan jenis perasaan romantis lagi yang di cari, tapi lebih kepada perasaan yang lebih realitas. Sunnie sudah bicara pada suaminya untuk mencarikan kenalan yang cocok dengan Ruoman, tapi tidak ada. 

Sekarang ini, diumur Ruoman, untuk mencari yang lajang, mapan dan tampan itu sangat sulit, kalo ada itu pasti usianya lebih muda dari Ruoman, dan Sunnie menyarankan Ruoman untuk mulai menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih muda.


Ruoman ke restoran untuk membeli kopi sebelum berangkat ke kantor, sambil menunggu pesananya dia memperhatikan seorang pemuda yang sedang duduk di salah satu meja, mungkin Ruoman teringat nasehat Sunnie tadi waktu di rumah sakit.


Pemuda itu pergi, dan di pintu dia berpapasan dengan seorang wanita yang berteriak menyapa Ruoman, hal itu membuat pemuda itu melihat kearah Ruoman, memperhatikan sebentar lalu pergi.


Ruoman mempertanyakan alasan perubahan panggilan namanya yang dirubah, karena biasanya temannya itu memanggilnya Diriktur Ai, tapi kenapa sekarang hanya memanggil nama belakangnya saja. Temannya beralasan jika mereka sekarang ada di luar kantor atau di kantor yang berbeda, dan juga dia ingin lebih dekat dengan Ruoman tapi Ruoman tidak mau, dia ingin di panggil sebagai kakak saja, itu terdengar lebih sopan dan akrab, jika memang tujuannya seperti itu.

Temannya itu meminta bantuan Ruoman untuk melihat hasil desainnya, dan memilihkan mana yang sebaiknya dijadikan trend, karena Ruoman lebih tau mengenai hal ini, dan Ruoman bersedia melihatnya.

Bagi temannya itu jika didunia ini tidak ada laki-laki maka perempuan pasti tidak mau memakai sepatu hak tinggi, bukankah itu menyusahkan dan merepotkan. Tapi Ruoman berbeda pendapat, baginya sepatu hak tinggi itu untuk menaikkan kepercayaan diri dan keberanian. Oh iya nama teman Ruoman itu Gina.


Ruoman menghubungi ruang penyimpanan untuk memeriksa semua sepatu  berukuran 36 sudah di kirim ke toko, ah tapi dia ingat jika Xiao Zhu yang bertanggung jawab akan hal itu sedang cuti karena sebentar lagi dia akan menikah. Sebagai gantinya Ruoman hanya meminta untuk dikirimi laporannya saja.


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

Setelah itu ada yang mengetuk pintu ruangan Ruoman, tanpa membalik badan Ruoman menyuruhnya masuk. Saat Ruoman berbalik yang sekarang berdiri dihadapannya itu adalah pemuda yang tadi liat di caffe. Pemuda itu bertanya apa Ruoman memiliki pesan lalu tersenyum, cakep banget.

Ruoman masih terkejut, tidak tau siapa pemuda yang ada di depannya ini.

Dia adalah Zhuo, yang mengantikan Xiao Zhu sebagai asisten Ruoman. 

Dengan gugup Ruoman menyebutkan permintaannya, dia ingin di ambilkan beberapa perlengkapan kantor untuknya dari kantor administrasi. Dengan tersenyum Zhuo menyanggupi itu.

Setelah Zhuo pergi, Ruoman hanya bisa mematung, dia masih terlalu terkejut.


Dokter Xiu menemui Qing Qing, menyerahkan berkas pasien yang harus dipindahkan ke  Luifei. Dokter Xiu sebelumnya sudah memberitahu Luifei katanya, dia mengingatkan Qing Qing sekali lagi, jangan beri dia pasien anak-anak apa lagi orang tua. Qing Qing terkejut melihat sikap dokter Xiu yang seenaknya sendiri.


Qing Qing yang terlalu mengkhawatirkan Luifei itu membuat teman perawatnya curiga dan menggodanya, tapi Qing Qing menyangkal hal itu, dia hanya merasa hal ini tidak adil.


Qing Qing datang ke ruangan Luifei dengan seorang pasien, pasien itu ingin berkonsultasi tentang gigi porselennya, tapi hari itu Luifei sudah menyelesaikan semua jadwal temunya dengan pasien, sementara pasien itu tidak membuat janji sebelumnya, dia baru saja datang untuk berkonsultasi.

Qing Qing mendekat kearah Luifei, dengan tersenyum dia mengatakan kalo dirinya yang merekomendasikan Luifei sebagai dokternya.

Mendengar hal itu Luifei langsung menemui pasiennya dan mengatakan kalo dirinya bukan ahlinya di bidang itu, maka dari itu dia akan merekomendasikan dokter lain yang lebih ahli, Luifei meminta maaf sebesar-besarnya dan pasien itu tidak mempersalahkannya.

Luifei memanggil Qing Qing, dia memintanya untuk membawanya ke dokter Xiu.


Setelah mengantar pasiennya, Qing Qing kembali ke ruangan Luifei, dia menanyakan alasan kenapa Luifei menolak pasien itu. Luifei menjelaskan seperti apa yang sudah tadi dia jelaskan, jika dokter Xiu lebih berpengalaman dalam hal itu dan dirinya punya jadwal sendiri, jadi untuk kedepannya jangan menambahkan jadwal lain yang tidak seharusnya.

Qing Qing hanya berniat membantu Luifei agar mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi, hanya itu. Mendengar hal itu Luifei sangat berterima kasih.

Sebagai ucapan berterima kasihnya, Qing Qing ingin Luifei mentraktiknya makan, ah Luifei yang tadi hanya basa-basi saja sekarang malah di todong, akhirnya Luifei menyanggupi itu, dia meminta pada Qing Qing untuk mengajak yang lainnya.

Hahahaha pasti niat Qing Qing biar bisa dinner berdua, untung Luifei pikirannya nggak dangkal malah ngajak yang lain juga.


Ruoman mendapat telpon dari ibunya, dari teman-temannya, ibunya mendengar jika harga emas sedang murah saat ini, dia ingin ruoman mengantarnya membeli emas, tapi Ruoman tidak mau, dia rasa ada hal lain yang bisa di beli ketimbang harus emas, ibunya berakhir ngambek dan menutup telponnya.


Tidak mau ambil pusing dengan ibunya, ruoman kembali ke pekerjaannya. Eh bolpoinnya jatuh, Zhuo yang tiba-tiba mengetuk pintu membuat Ruoman terkejut, hingga tangannya menyenggol ujung meja.

Ruoman bertanya kenapa Zhou belum pulang, dan Zhou mengatakan bagaimana mungkin dia bisa pulang jika atasannya juga masih belum pulang. Ruoman yang tidak biasa diperlakukan seperti itu merasa tidak masalah, lagi pula dia bukan atasan yang menindas bawahannya, Zhou bisa pulang, lemburnya nanti saja kalo Ruoman menugaskan dia untuk lembur, jika tidak, tidak perlu.

Zhou : “aku melihat karyawan lain sudah pergi. Terlalu berbahaya bagimu untuk lembur sendiri. Aku akan tetap disini bersamamu karena aku tidak ada urusan lagi. Jangan khawatir, aku tidak akan mengganggumu. Kamu lakukan milik kamu dan aku akan berada diluar.”

Ruoman merasa tersentuh, yaiyalah udah lama nggak ada yang ngasih perhatian kayak gitu, terus ini ada yang merhatiin, ngekhawatirin dia. Zhou bikin oleng.

Dari tempatnya Ruoman memperhatikan Zhou yang kembali ke mejanya.


Setelah makan malam yang ditraktir Liufei, semua dokter berterima kasih karena Luifei sangat baik, padahal gaji dia lebih sedikit tapi masih saja mau mentraktirnya. 

Dokter Xiu menawari mereka untuk ikut mobilnya, nanti dia antar sampai jalan, Qin Qing di ajak tapi dia tidak mau, dia beralasan ingin jalan-jalan sebentar dulu karena baru saja kekenyangan. Akhirnya mereka meninggalkan Luifei dan Qing Qing.


Qing Qing berterima kasih sama Luifei, tapi makan malam hari ini tidak masuk dalam hitungan, Luifei masih berhutang makan bareng sama Qing Qing, kata Qing Qing makan bareng yang hanya mereka berdua. Luifei tidak menanggapi itu, dia mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalo ini sudah terlambat, dia akan mencarikan taksi untuk mengantar pulang Qing Qing. 

Qing Qing mengiyakan, dan dia akan mengirimkan pesan kalo sudah sampai rumah.

*Ya allah ini kapalku di ujung batas dan sebentar lagi karam kayaknya, Qing Qing jan gangguin Luifei dong huhuhu, Zhuo juga napa dah. Ruoman kapan sadar astaga, jangan oleng.


Zhuo keruangan Ruoman, mau ngajak pulang bareng, eh bukan dia mau ngantetin pulang, lagi-lagi hati wanita itu tersentuh, tapi Ruoman menolaknya, rumahnya tidak jauh dari sana dan dia tidak membutuhkan pengawalan.

Zhou tersenyum canggung, lalu pamit pulang duluan.


Ruoman tersenyum setelah Zhou pergi, dia bernarasi,
Waktu mengajarkanmu untuk berpikir secara rasional
Ketika kamu merasakan debaran di hatimu
Ketika seseorang dengan mudah menunjukkan ketertarikan padamu
Ketika itu adalah sesuatu yang jelas tidak akan ada hasilnya
Ketika ada bawahan laki-laki yang terlalu proaktif
Katakan tidak pada mereka semua


Ruoman pulang dengan kondisi rumah yang sangat berantakan, dengan sembarang dia menaruh tas dan melemparkan kemeja yang dia pake, lalu memasak mie, banyak piring kotor yang belum di cuci.
Melihat sekeliling rumahnya, Ruoman dengan tersenyum mengirimkan pesan pada Luifei, kalo tanggal pindah rumah sudah ditetapkan, dan itu besok.


Liufei yang sudah tertidur terbangun karena suara ponselnya, tanda pesan masuk, dari Ruoman. Baru saja Luifei ingin membalas, apa Ruoman tidak bertanya jika dirinya ada rencana lain atau tidak dan sebelum itu dikirim, Rouman sudah mengirim pesan lagi seperti apa yang dia inginkan. Luifei membalas tidak.

*lah si bapak terus kenapa tadi mau protes, huhuhu kapalku, yok tinggal bareng aja terus nikah, aku belum siap liat Luifei patah hati lagi, patah hati terus.


Hari ini di Basto sedang sangat ramai, entah karena sedang ada diskon atau apa. Ruoman datang dan menanyakan kepada hanya ada 2 orang yang berjaga, dan Xiao Lu yang berjaga disana mengatakan jika temannya yang satunya sakit, Ruoman langsung meminta Xiao Lu untuk menanyakan kabar temannya dan jam berapa bisa sampai disana.

Basto yang sangat ramai dan penjaga tokonya sangat sedikit itu membuat Ruoman membantunya, Ruoman juga melihat Zhou yang tidak sungkan membantu pelanggan yang lain, hal itu lagi-lagi membuat Ruoman terkagum.


Ruoman tidak punya waktu untuk memikirkan perasaannya, sekarang dia harus ke ruang penyimpanan untuk mencarikan apa yang pelanggan mau, di tumpukkan kardus tempat sepatu itu apa yang dia butuhkan sangat tinggi, sulit untuk dia mengambilnya, Zhou yang baru saja masuk langsung membantu Ruoman mengambilkannya.

Ada beberapa pasang yang di butuhkan Ruoman, jadi Zhou memakai tangga untuk mengambilnya, setelah semua diambil, Zhou meminta dia yang membawa semua sepatu itu, ruangan yang sempit dan kardus-kardus sepatu yang mereka bawa membuat jarak keduanya begitu dekat, dalam jarak berapa centi itu Ruoman bisa melihat dengan jelas Zhou yang tersenyum kepadanya, lalu berlalu.. sementara debar di hati Rouman masih begitu meletup, entah kenapa senyum Zhou sangat menular, berada di dekat Zhou membuat Ruoman menahan nafasnya.

Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Related Posts

Load comments

Comments