Monday, February 11, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 1 PART 2

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Ruoman sedang bersama temannya di ruamah sakit, sepertinya temannya sebentar lagi akan melahirkan. Ruoman menenangkan temannya sebisa mungkin agar tidak semakin panik dan kehilangan banyak tenaga. Ruoman memberitahu temannya jika keluarganya sedang ada dijalan dan terkena macet, sebagai gantinya temannya ingin Ruoman selalu ada didekatnya. Bahkan Ruoman juga ikut kedalam ruangan bersalin. 


Malam itu Luifei sedang berada disebuah restoran, dia menghubungi seseorang tapi tidak diangkat sementara pelayan di sana sudah memberitahunya jika satu jam lagi mereka akan tutup.


Luifei akhirnya menunggu di depan restoran, duduk disana dengan makanan yang tadi sempat dia beli, melihat jam ditangannya dan menunggu. 

Sampai akhirnya sebuat taksi berhenti didepannya dan Ruoman datang, Luifei berdiri di depan Ruoman, menunjukkan makanan yang dia bawa dan tersenyum.

*sumpah ini sedih si, dimana seseorang menunggu lama, kecewa tapi masih bisa tersenyum didepan orang lain seolah waktu menunggunya tadi tidak masalah, kecewanya tadi sama sekali tak apa-apa. Luifei huhuhu


Mereka sekarang duduk di sebuah taman, dengan Ruoman memakan apa yang tadi di bawa Luifei, dia tersenyum karena rasa makanannya sangat enak, dia memang menyukai durian. Luifei tadi membeli entah kue atau apa, mirip bakpia dengan rasa durian.

Dengan suara tenangnya Luifei mengatakan seharusnya dalam situasi seperti ini tidak seharusnya seorang gadis mengatakan ‘kenapa kamu baik sekali padaku?’

Ruoman langsung menjelaskan jika dirinya tidak dengan sengaja membuat Luifei menunggu, temannya, Sunnie sedang melahirkan, Ruoman juga protes apa tidak boleh baik terhadap teman, memangnya dirinya tidak pernah berbuat baik untuk Luifei, dan dengan senyum bercandanya Luifei mengatakan kalo benar, Ruoman sangat baik padanya, dia adalah gadis yang sedang berulang tahun hari ini, jadi apapun yang Ruoman katakan adalah benar hahahaha.

Ruoman menagih kado ulang tahunnya, Luifei langsung mengambil hadiah dari tasnya, dia juga akan mengambil sesuatu yang lain di tasnya namun urung karena Ruoman yang memprotes hadiah yang diberikan terlalu santai, sebuah boneka mainan, Ruoman bertanya apa ada hadiah yang lain, hal itu yang membuat Luifei urung mengambil sesuatu di tasnya.

Menanggapi celotehan Ruoman itu, Luifei merasa singa sangat mirip dengan Ruoman, jadi dia memberinya hadiah boneka singa.

Dengan boneka itu Luifei menceritakan sebuah singa yang terjebak di cincin api, sangat special dan menarik, singa special ini selalu terhambat, terjebak dalam ilusi mengapa orang lain tidak menyukainya, dan jika dirinya tidak cukup baik.


Ruoman mengambil boneka itu dari tangan Luifei, dia mengatakan fakta bahwa tidak ada yang berani menyukainya bukanlah ilusi tapi itu kenyataan.

Ruoman : “Apa kamu tidak merasa seperti itu karena aku tidak cukup lembut?”

Luifei : :Kamu bukan shampoo, jadi kenapa kamu harus lembut?”

Ruoman : “Aku menyukai pendapat itu. Jika ada yang mengeluh tentangku seperti itu lagi, aku akan melawan dengan mengatakan ini.”

Luifei menganti posisi duduknya jadi menghadap Ruoman, sambil meletakkan tangannya di pundak Ruoman, Luifei berkata, “Tidak peduli apa yang orang lain pikirkan dan katakan tentang kamu, terutama mereka yang tidak menyukaimu. Jadilah dirimu sendiri. Beranilah mengekspresikan semanagatmu.”

Menurut Luifei, Ruoman memiliki keberanian, rasa keadilan, kecerdasan, kejujuran, integritas, belum juga omongan Luifei berhenti, sudah dipotong terlebih dahulu oleh Ruoman, menurutnya apa yang tadi Luifei katakan itu terdengar seperti mengambarkan seorang pria, tapi karena semua hal itu positif Ruoman akan menerimanya. 

Luifei tersenyum, itu adalah jawaban darinya. 12 tahun lalu di atap gedung sekolah itu, dirinya bertanya pada Ruoman untuk merenungkan mengapa tidak ada yang menyukainya, Luifei salah. Dia tidak cukup mengenal Ruoman saat itu. Sekarang Luifei ingin menarik kata-katanya kembali, mereka yang tidak menyukai Ruoman tidak bisa melihat sebaik apa dirinya. Tidak perlu bagi Rouman untuk peduli atau merasa sedih karena, jadilah diri sendiri, tidak masalah jika dirinya berbeda, seperti durian favorit Ruoman, yang tidak menyukainya berpikir durian itu bau, tapi yang menyukainya berpikir itu sangat enak. Merskipun terkadang terlihat keras dan berduri, bukan yang sempurna atau yang menenangkan.

Mata Ruoman sudah berkaca-kaca, tapi logikanya masih berjalan, dia langsung menghentikan omongan Luifei, dia agak tidak terima, bagaimana mungkin dirinya ini tidak sempurna, tapi bukan itu inti dari omongan Luifei.


Karena emosi Ruoman yang memang tidak terkendali, akhirnya mereka tengkar karena perbedaan pendapat, hehehe nggak akur banget, siapapun kalo lagi sama Ruoman diajak tengkar terus.

Tapi akhirnya Luifei meminta maaf, terlepas dari hari ini atau setiap hari ulang tahun Ruoman, Liufei akan selalu salah dan Ruoman akan selalu benar hahahahaha, sabar ya mas.

Karena hal itu sekarang Ruoman sedang tersenyum.


Setelah baikkan, sekarang Luifei ingin melakukan pemeriksaan tahunan. Ruoman mendekatkan wajahnya kedepan wajah Luifei, begitupun Luifei. Dia langsung melihat gigi-gigi Ruoman, setelah bercanda sedikit, Luifei mengatakan ada sedikit rongga di gigi Ruoman, itu gejala usia lanjut dan karena hal itu Ruoman sebal lagi, lebih tepatnya dia suka sekali berdebat.

Luifei dan Rouman bertaruh siapa yang akan menikah lebih dahulu diantara mereka akan diberi hadiah 5000 yen, tapi Rouman ingin menjadi 20.000 yen. Itu adalah kesepakatan mereka^^

*emang nggak bisa ya kalo nikahnya bareng aja gitu, aku sebagai kapal mereka terluka ngeliat mereka malah main taruhan huhuhu.


Ruoman pulang ke apartemennya, didepan pintu ada sebuah kotak berwarna merah, dia membawa kotak itu kedalam rumah. Sambil beberes Ruoman mendengarkan voice note dari ayahnya.

“Putri kesayanganku, selamat ulang tahun! kamu dapat kue, kan? Aku membelinya online. Makan kue dan buat permohonan! Ayah dan ibu sudah makan kue untukmu di rumah dan membuat permohonan untukmu. Kami berharap putrid kami dapat menemukan suami dengan cepat.”

Ruoman tersenyum dan membuka kotak kue itu, lalu membalas voice note itu, jika orang tuanya mengatakan keinginan mereka itu tidak akan jadi kenyataan.


Di kamarnya Rouman sedang bermain dengan boneka singa, hadiah dari Luifei. Kepada boneka itu Rouman berkata, 

Rouman : “Bukannya aku tidak menyukaimu. Hanya saja pertama kali aku melihatmu, aku melihat diriku sendiri. Itu sedikit menakutkan.”

Aku  selalu berpikir demukian

Tipe orang yang terus maju dan tidak pernah melihat ke belakang.

Tapi begitu orang mencapai usia paruh baya, mereka tidak bisa menahan diri untuk memikirkan masalalu

Tidak bisa menahan diri untuk mengatakan ‘jika’


Setelah itu Rouman ke tempat tidurnya, mengambil tablet yang ada dimeja, melihat foto-foto masa SMAnya dulu. Rouman teringat kejadian 13 tahun yang lalu.


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

Malam itu, setelah kelas selesai Rouman keparkiran sepeda, namun ban sepedanya bocor dan hujan mulai turun. Karena tidak membawa jas hujan, dengan terpaksa Rouman malam itu hujan-hujanan sambil menuntun sepedanya.

Ditengah jalan ada seseorang, lebih tepatnya kakak kelas Rouman yang menegurnya, bertanya ada masalah apa, setelah tau jika ban sepeda Rouman bocor, kakak kelas itu melepas jas hujan yang dia pakai dan memberikannya pada Rouman, jelas Rouman menolaknya, lagian dia sudah basah juga. Tapi kakak kelas itu tetap memaksanya, dia tinggal disekitar sini, dia akan bersepeda dengan cepat. 
Dia menaruh jas hujan itu ditangan Rouman, lalu pergi begitu saja.


Keesokkan harinya, Ruoman keparkiran sepeda, menunggu kakak kelas yang sudah meminjaminya jas hujan, dia ingin mengembalikan jas hujan itu.

Kakak kelas yang bernama Ding Yuyang itu datang bersama temannya sambil mengobrol.

Rouman hanya berdiri disana tanpa berani menyapanya, sampai akhirnya Yuyang pergi dari sana.

Ketika akhirnya aku menemukan dia, aku menemukan itu
Dia adalah pangeran tampan yang legendaries di sekolah
Tidak hanya aku kehilangan keberanian untuk mengembalikan jas hujan
Aku bisa mendengar suara hati seorang gadis yang terbakar


Ruoman sedang berada di kelas, berkeliling untuk mengumpulkan PR matematika, saat itu ada geng cewek dikelasnya yang sedang membicarakan tentang Yuyang, mereka sedang bersiasat bagaimana cara izin ke guru agar mereka bisa melihat Yuyang saat latihan basket dilapangan, jika memakai alasan ke kamar mandi atau diare itu sudah sangat biasa, dan pasti akan ketahuan, Ruoman mendengar apa yang mereka katakan. 

Saat Ruoman sampai pada meja mereka dan meminta buku PR, mereka tidak mendengarkan dan tidak peduli, baru setelah Ruoman berteriak mereka marah-marah karena Ruoman berteriak, serba salahkan.

Ruoman juga mengancam mereka, dia akan mengatakan pada guru agar lebih selektif mengizinkan mereka yang ke kamar mandi atau izin sakit.


Entah bagaimana ceritanya, hari itu Ruoman bisa melihat Yuyang sedang bermain basket di lapangan sekolah, dia pura-pura sedang jogging saat itu. Banyak teriakan para gadis yang memanggil-manggil nama Yuyang. Ruoman sangat senang bisa melihat Yuyang.


Suatu hari Ruoman pernah sengaja mencari Yuyang, tapi tidak bertemu. Jadi Ruoman hanya bertanya dengan kakak kelasnya apa disana ada Yuyang, kata kakak kelasnya, Yuyang sudah pergi ke universitas di Beijing, hari itu Ruoman kecewa, padahal hari itu dia sudah membawa kado untuk Yuyang.


Hari itu aula sangat ramai oleh siswa-siswi sekolah Ruoman, mereka semua berkumpul disana. Satu tempat duduk disamping Luifei kosong, setiap ada yang datang ingin duduk disana, tidak diperbolehkan oleh Luifei, dia bilang kursi itu sudah ada yang menempati. 

Luifei terus khawatir karena Ruoman tidak datang-datang juga, dia cemas menunggu Ruoman. 

Bahkan sampai kepala sekolah  datang dan membuka acarapun Ruoman belum datang. Kepala sekolah bersama Yuyang, dia ingin memperkenalkan Yuyang seorang siswa kelas 2, tahun ajaran 2004 serta saat itu sedang belajar di universitas Beijing, mengambil Finance and Economics. Yuyang diundang kesana untuk menceritakan pengalamannya selama di universitas.

Semua orang sangat antusis, tapi tidak dengan Luifei yang terus saja khawatir dan tidak tenang. Saat Yuyang mulai bicara, Luifei menghubungi Ruoman, tapi tidak diangkat, merasa terus khawatir akhirnya Luifei memilih untuk keluar dari aula.


Luifei menunggu di depan gerbang, tidak lama Ruoman datang dengan dress putih sambil menuntun sepedanya.

Tentu saja Luifei langsung mengomel karena Ruoman yang baru saja datang, padahal acaranya sudah hampir selesai. Luifei langsung sadar kalo kaki Ruoman luka, dilihat dari cara jalannya, seketika dia makin khawatir.

Luifei : “Dimana kamu jatuh? Apakah sepedanya baik-baik saja?”

Ruoman dengan muka sedihnya marah, karena Luifei hanya peduli pada sepedanya, hal itu membuat Luifei tertawa, suka sekali dia menggoda Ruoman. Setelah memeriksa lukanya, Luifei akan mengobatinya nanti.

Ruoman bercerita, selama diperjalanan ke sini, dia berpikir untuk menemui Yuyang nanti, dia berpikir dan berpikir sampai tidak sadar akhirnya dia jatuh ke dalam selokan, paritnya sangat dalam, dia berteriak meminta tolong namun tidak ada yang datang menolongnya. 


Mendengar semua cerita itu membuat Luifei tidak bisa untuk menahan tawanya, dia benar-benar tertawa terbahak ketika Ruoman masih saja menangis saat menceritakannya. Luifei juga meminta Ruoman untuk berhenti menangis, nanti akan dia obati lukanya.

Ruoman melihat kesekeliling, dengan menangis dia mengatakan kalo akhirnya dirinya menunggu sampai Yuyang kembali dan bertanya pada Luifei apakah Yuyang sudah pergi, lalu menghapus air matanya dengan jaket sekolah yang Luifei pake.

Kalian tau gimana wajah Luifei saat itu? Huaaaa aku pengen nangis, wajah Luifei memerah, menahan marah, kecewa dan terluka atau lebih tepatnya dia tidak menyangka seseorang yang dia khawatirkan dari tadi, seseorang yang membuat dia berusaha agar dapat menghiburnya, sekarang sedang dihadapannya mengkhawatirkan orang lain, sedang menangisi orang lain.

INI RUOMAN KAPAN SADARNYA SIH!!! Ngegas yaa, maaf aku sakit hati liat wajah terlukanya Luifei.


Ruoman dan Luifei sedang berdua, tidak tau dimana, mungkin masih di sekitaran sekolah mereka.
Saat itu Ruoman duduk mendongak kearah matahari, katanya agar air matanya kering, toh menangispun tidak akan merubah apapun. Sedangkan Luifei sedang mengurus obat untuk luka Ruoman, setelah selesai dia membantu memindahkan Ruoman ketempat yang lebih teduh, memberikan yogurt, eh atau susu ya? Pokonya bungkusnya kaya bungkus yogurt.

Setelah meminumnya, Ruoman memiliki keinginan, dia harus bisa masuk perguruan tinggi yang sama seperti Yuyang, lalu meletakkan kakinya dikaki Luifei, yang artinya siap diobati. Belum juga obatnya dioleskan, Ruoman sudah teriak duluan hahahaha.


Mengingat semua hal itu membuat Rouman tertawa tipis, kenangan masalalu yang manis..

Untuk waktu yang lama aku berpikir bahwa menyukai seseorang

Seperti berakting dalam tragedy diam-diam, satu orang.

Diam-diam jatuh cinta adalah salah satu permainan hidup yang sunyi dan menyedihkan

Dan itu ada pada mode tanpa akhir

Tidak ada yang lebih menyedihkan daripada ppara pemain dari permainan semacam ini

Siapa yang memiliki kesempatan memulai hubungan denganku yang berusia 28 tahun?

Dari tablet, Ruoman beralih ke ponselnya, melihat beberapa kontak yang dia simpan, siapa dari mereka yang sekiranya bisa menjalin suatu hubungan dengannya, ah tapi tidak ada. Bahkan Luifei saja HANYA dianggap teman baik, teman yang sudah tau semua rahasianya, yang paling sering dia hubungi, memiliki orientasi seksual yang sama, hanya saja mereka tidak dalam artian menyukai satu sama lain dalam artian yang sebenarnya. 
Dari pada pusing memikirkan hal itu, Ruoman memilih untuk tidur.

Nggak tau sih kalo Ruoman, tapi kalo aku yakin Luifei itu sebenernya suka sama Ruoman, Cuma dianya aja nggak peka, padahal ada seseorang yang baik kaya Luifei.


Pagi ini perawat baru rumah sakit yang bekerja dengan Luifei naik bus, nama perawat itu adalah Xing Qing Qing. Tapi didalam ada pria cabul yang sengaja berdiri didekatnya, untungnya Qing Qing tidak diam saja, dan memprotes tindakannya itu, di bus itu juga ada Ruoman, melihat kejadian itu Ruoman langsung mengvideonya.

Pria cabul itu mengelak dan memutar balikan fatka, dia juga meremehkan Qing Qing yang mungkin saja tidak memiliki pekerjaan yang layak. Suasana bus pagi itu riuh, sampai akhirnya pria itu balik marah ke Ruoman yang mengvideo dirinya. Video itu ingin Ruoman jadikan bukti dan akan disebar di media social agar semua orang terdekat itu tau bagaimana menjijikkannya kelakuan temannya, setelah berdebat dan hampir terjadi baku hantam, pria itu diusir rame-rame oleh penumpang lain yang juga merasa risih dan tidak aman.


Setelah pria cabul itu turun, Qing Qing berterima kasih pada Ruoman yang sangat berani, Ruoman juga mengatakan kalo ketakutan tidak ada gunanya, jika dibiarkan orang-orang seperti itu akan semakin keterlaluan.

Hari itu Qing Qing mengagumi sosok Ruoman.
Aku melihat perubahan yang terjadi
Ternyata waktu memberiku banyak kekuatan
Yang pertama keberanian
***
Wah aku tu suka kalo banyak interaksi antara Luifei sama Ruoman, hahahaha gini ya kalo ngeship orang. Tapi beneran deh itu si Ruoman emang nggak pernah punya perasaan buat Luifei apa, ayolah setidaknya sekali aja dimasalalu dia pernah suka gitu. Kasian anak orang dibikin sayang tapi banyak di bikin patah hati juga.

Ditempatku ini pukul 23.31

Maaf kalo banyak typo, aku nggak ngoreksi apa yang udah aku ketik karena itu pasti akan membuang lebih banyak waktu lagi.

Karena sering duduk punggungku jadi sakit, dan juga aku lagi ngerasa nggak enak badan sebagai efek samping dari ngetik terlalu lama ini, pencernaanku terganggu, dan aku takut banget sama kesehatanku. Aku takut efeknya sampe parah banget, semoga aja nggak dan jangan, aku masih pengen terus nulis.

Sekarang sudah 2,343 kata yang aku ketik, bue juga barusan bikinin aku mie, hehe baik banget^^
Terima kasih sudah membaca, aku makan dulu ya.nggak dosakan makan tengah malem hahahaha

Comments


EmoticonEmoticon