Senin, 11 Februari 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 1 PART 1

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Seorang laki-laki yang wajahnya tidak terlihat karena silau cahaya membuka pintu, tidak jauh dari sana ada sebuah sepatu kaca yang sama berkilaunya, laki-laki itu membawa sepatu yang hanya sebelah itu kedepan Ai Ruo Man yang sedang duduk disebuah kursi dengan memakai dress cantik. 

Ruo Man menolak sepatu kaca tersebut, katanya itu bukan miliknya, diusianya sekarang dia tidak lagi mempunyai dongeng yang tidak realistis seperti mimpi-mimpi remaja. Dia juga mengatakan kalo sepatu kaca itu sama sekali tidak cocok dengan jenis kakinya. Ruo Man mengembalikan sepatu itu dan malah mengomentari jika sepatu kaca seperti itu akan sulit dijual dipasaran.

Seseorang keluar dari pintu lainnya, dan Ruo Man mengatakan jika sepertinya itu milik gadis itu, maka dari itu Ruo man lari mengejar gadis yang baru saja keluar itu, dan saat melihat wajahnya Ruo Man berteriak karena gadis itu adalah temannya yang bernama 


Ruo Man bangun dari mimpinya itu dengan wajah yang masih memakai sheet mask, dia terbangun dengan nafas terengah-engah, lalu mematikan alarm disampingnya. 

Apakah kamu cemas?

Setiap pagi, apakah kamu terbangun karena jam alarm atau karena stresmu?

Apakah kamu menyadari bahwa waktu yang tampaknya tidak memihak menjadi biasa?

Setelah melihat jam, Ruo Man yang masih belum sepenuhnya sadar bangun dari tempat tidur, membuka korden lalu keluar dari kamarnya.


Apakah orang-orang selalu mengatakan kepadamu bahwa selama masa paruh baya seorang pria, ketidakdewasaan dan ketidakberdayaannya pergi, dan pesona dewasanya mulai bersinar

Sementara di usia dini seorang wanita, perawatan menjadi hal yang paling penting?

Dia baru saja mencapai fase 10 tahun masa keemasannya, sementara 10 tahun masa mudamu berakhir.

Meskipun usiamu sama, masyarakat mengukurmu pada skala yang berbeda.

Hidupnya tanpa masalah dan orang-orang menyambutnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dipagi hari Ruo Man dan Lui Fei memiliki kesibukan yang berbeda.

Lui Fei biasa membuat sarapan setiap pagi, sungguh idaman, bisa masak dan suka merawat tumbuhan dan yang pasti ganteng banget. Perfect, calon imam yang baik!

Sementara Luo Man setelah mandi dia biasa merias dirinya dan olahraga disela-sela sarapan seadanya.


Kamu juga ingin mempertahankan sifat tentang dan santaimu, menjadi gadis yang cerdas dan optimis dalam menghadapi waktu

Tapi pisau mulai terbang ke arahmu dari segala arah.

Lui Fei berangkat bekerja dan langsung disapa oleh beberapa orang yang mengenalnya, dia adalah seorang dokter yang tidak sungkan bercanda dengan beberapa orang.

Sementara Ruo Man, sebelum berangkat dengan buru-buru dia selalu memastikan di cermin jika dirinya siap untuk bekerja, lalu keluar rumah.


Di kantor, Ruo Man sedang memprestasikan hasil penilaiannya terhadap sebuah produk sepatu baru, managernya setuju dan percaya pada penilaian Ruo Man, sementara ada beberapa karyawan yang kurang menyetujui itu, karna produk itu sudah dieliminasi selama rapat pengembangan kemarin, dan dirasa itu tidak cocok dengan tema mereka. Tapi dengan analisis baik Luo Man akhirnya sang manager lebih memilih pendapatnya daripada pendapat karyawan lain.


Lui Fei sedang memeriksa pasiennya dan member saran selayaknya dokter-dokter seperti biasa, Lui Fei ini sepertinya dokter gigi.

Setelah pemeriksaan itu selesai, pasiennya memberinya snack, tapi ia tolak, mereka tidak diperbolehkan menerima hadiah dari pasien, tanpa berkata apa-apa, pasien itu menaruhnya ditangan Lui Fei dan langsung pergi dengan tersenyum malu.

Lui Fei bingung sendiri melihat tingkah pasiennya itu, perawat yang bersama Lui Feipun sama bingungnya, akhirnya Lui Fei menawarkan snack itu untuk perawat itu, namun ditolak karena bahkan  snack yang terakhir saja belum dimakan.


Luo Man kembali ke mejanya, dia mengambil aromatherapy untuk meringankan pening dikepalanya, setelah itu memeriksa beberapa email masuk, yang rata-rata berisi ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya.

Saat itu dia langsung mengambil hapenya, dan menghubungi ibunya.

Kepada ibunya, Luo Man bertanya apa ibunya melupakan ulang tahunnya, tapi ibunya yang saat itu sedang bermain dengan teman-temannya tidak terlalu memperdulikan perihal ulang tahun, karena menurut ibu, Luo Man sendiri yang mengatakan setelah usianya 25 tahun dia tidak memiliki hari ulang tahun yang harus dirayakan.

Luo Man yang mendapatkan serangan seperti itu berharap setidaknya ibunya harus mengucapkan selamat ulang tahun, diseberang sana ibunya masih fokus dalam permainannya, dia juga akhirnya mengalah, dengan suara yang sedikit kesal mengucapkan selamat ulang tahun lalu menyanyikan lagu juga. 

Melihat ibunya yang sama sekali tidak serius, Luo Man akhirnya menutup teleponnya.


Setelah dibuat kecewa oleh ibunya itu, Luo Man berharap ada ucapan selamat ulang tahun lainnya, dan saat itu ada email masuk lagi, Luo Man langsung tersenyum padahal dia baru saja mengucapkan keinginannya. 
Lui Fei mengirimkannya pesan, yang berisi ‘teman yang terhormat. Ulang tahun ke 25mu yang keempat telah tiba seperti yang ditetapkan. Meskipun aku tau kamu sangat sensitive terhadap usia dan angka, aku harus mengingatkanmu pada hari yang penuh makna ini, bahwa kamu telah membuka pintu misterius. Silahkan buka file terlampir.’


Jadi Liu Fei mengirimkan sebuah video yang berisi dirinya sedang berdiri dengan setelan kemeja hitam putih, rapi. Liu Fei mengajak Luo Man untuk memeriksakan era paruh baya^^

Pertama apakah kamu merasa masalah penuaan semakin dekat?

Kedua digenggaman lenganmu, ada obat untuk member energy dan menyegarkan pikiranmu?

Ketiga, kapanpun kamu duduk, atau bahkan tanpa duduk, kamu merasa seperti memiliki gulungan lemak lain disekitar pinggangmu?

Kurang lebih seperti itu isi dari file video yang dikirimkan Lui Fei, dan dari wajah Luo Man dia merasa khawatir, karena mungkin dia merasa sedang di fase tersebut.


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

Dokter Xiu sedang memarahi seorang perawat, perawat itu tidak tau tentang masalah yang dokter Xiu jelaskan karena hari ini adalah hari pertamanya kerja. Saat itu Lui Fei datang, bertanya ada masalah apa sampai Old Xiu marah-marah, tapi Old Xiu tidak menjawabnya dia masih mengancam perawat itu jika masalah ini tidak selesai dia akan memberikan keluhan terhadap perawat itu.

Lui Fei menahan Old Xiu, menahannya agar tidak semakin emosi, lagian perawat itu masih baru dan Old Xiu hanya akan menakutinya saja.

Setelah berdiskusi antara Liu Fei dan Old Xiu, akhirnya Liu Fei menyuruh perawat itu untuk pergi dan tidak perlu khawatir tentang masalah itu. 

Old Xiu dan Liu Fei tertawa bersama, entah karena apa.


Liu Fei akan pulang, tapi dia melihat perawat yang tadi sedang melamun, jadi dia menghampiri perawat itu, menanyakan apakah perawat itu baik-baik saja. Melihat Liu Fei perawat itu langsung berterima kasih karena sudah membantunya tadi.

Sebelum pergi Liu Fei juga memberi saran agar perawat itu tidak memikirkan apa yang Old Xiu katakana tadi, dia memang orangnya pemarah. Perawat baru itu sepertinya terpesona dengan kebaikan Liu Fei.


Di sebuah tempat perbelanjaan, atau lebih tepatnya toko sepatu Basto, tempat Luo Man bekerja, ada seorang pelanggan yang ingin mengembalikan apa yang sudah dia beli, karena suaminya tidak menyukai sepatu itu jadi dia meminta pengembalian uang, dia memarahi 2 karyawan disana.  Saat itu Luo Man datang menanyakan masalahnya.

Ternyata itu adalah sepatu yang sudah dipakai dalam waktu yang lama dan juga sepatu diskon, setelah mengetahui masalahnya, Luo Man memberitahu pelanggan itu jika barang-barang diskon tidak bisa dikembalikan atau ditukarkan lagi. Tapi pelanggan itu tidak terima dan malah bertanya Luo Man siapa, dan dengan sopan karyawan disana menjawab jika Luo Man adalah direktur perjualan disana, pelanggan itu malah meminta mereka untuk menghubungi manager toko itu.


Setelah menemui manager, pelanggan itu malah mendapatkan voucher diskon dan diperlakukan dengan sangat baik.

Saat Luo Man lewat setelah pelanggan itu pergi, yang sepertinya manager ditoko tersebut langsung menyindirnya, Luo Man yang sudah dipromosikan menjadi direktur tapi secara pribadi masih datang kesana, sindiran itu langsung dibalas oleh Luo Man, orang yang sudah menjadi manager toko tapi masih berurusan dengan pelanggan. Mereka saling sindir-menyindir da menyombongkan ini dan itu. Bahkan manager toko tersebut menganggap tidak aka nada pria yang tahan dengan tempramen buruk Luo Man, jika semua wanita di dunia ini menikah, pasti itu kecuali Luo Man, kata manager itu mengejek, lalu pergi meninggalkan Luo Man.
Tidak ada pria yang akan menyukaiku? Ini adalah harapan besar lainnya yang aku terima untuk ulang tahunku.


Luo Man bertemu temannya di kafe, temannya itu sedang hamil, saat melihat ada kopi dia ingin mencium aromanya, sayang sekali dia tidak boleh meminum kopi jadi hanya dipesankan jus jeruk oleh Luo Man.

Temannya itu teringat sesuatu, dan mengambil hadiah untuk Luo Man yang sedang berulang tahun. Luo Man sangat berterima kasih karena itu adalah pertama yang dia terima hari ini. Menurut temannya itu wajar karena Luo Man tidak banyak memiliki teman baik, Luo Man membenarkan itu, dia hanya memiliki dua teman itupun tidak baik. 

Luo Man : “Terima kasih. Kamua adalah orang yang sangat berharga dan kamu datang untuk menemuiku.”
Temannya itu juga sanagt berterima kasih, karea Luo Man dia ada alasan untuk keluar rumah, padahal masih ada satu minggu sebelum jatuh tempo melahirkannya, tapi orang-orang dirumahnya sudah tidak mengijinkannya keluar rumah. 

Dengan berkaca-kaca teman Luo Man merasa itu juga alasan masuk akal, bagi suaminya ini pertama kali menjadi seorang ayah, dia pasti sangat gugup.

Luo Man yang bahkan kekasih saja tidak punya merasa iri, pembahasan seperti ini sangat sensitive baginya. Melihat warna muka Luo Man yang berubah, temannya bertanya ada apa dan Luo Man menceritakan jika tadi dia bertemu Zhao Chao dan mengatakan kepadanya jika tidak ada pria yang akan menyukai Luo Man. Temannya itu sangat kesal mendengar cerita Luo Man, dia tidak mau Luo Man mendengarkan omong kosong itu, dan menurutnya Luo Man dan Luu Fei itu sangat cocok. Luo Man langsung memandangnya dengan tidak suka, tapi benar Lui Fei dan Luo Man sangat cocok, sayangnya Luo Man terus saja menyangkalnya.

Luo Man : “Hanya ada dua tipe orang yang bisa mempertahankan persahabatan murni pria ke wanita. Satu, orientasi seksual berbeda.”

Mendengar itu temannya terkejut dan penasaran apakah itu berarti Lui Fei, belum juga dijawab, Luo man mengatakan mereka ada di situasi kedua, mereka tidak saling menyukai.


Lui Fei sedang berjalan dan dia berhenti didepan sebuah pertokoan yang bernama ‘I Do’ dia menatap toko itu dan ingatannya kembali ke masalalu.


13 tahun yang lalu, ketika kelas akan dibubarkan seorang guru memperkenalkan murid baru kepada murid-muridnya, dia adalah Lui Fei 13 tahun yang lalu, karena masalah kesehatannya jadi Lui Fei masuknya kesekolah tertunda, di kelas itu juga ada Luo Man.


Takdir yang akhirnya membuat Ruo Man dan Lui Fei duduk dimeja yang sama, berkat hal itu Luo Man selalu memperhatikan perkembangan belajar Lui Fei, dia tidak sungkan memarahi Lui Fei dan memberinya saran.

Atau ketika suatu waktu Lui Fei yang sedang mendengarkan music dan menatap jendela tiba-tiba ditegur oleh Ruo Man yang penasaran dengan apa yang dilihat Lui Fei.

Luo Man bicara sama Lui Fei tapi karena Lui Fei pake earphone jadi tidak meresponnya, akhirnya Luo Man melepas paksa salah satu earphone dan bertanya kenapa Lui Fei tidak mengobrol dengan teman sekelas yang lain, Lui Fei tidak bisa menjawab, satu karena masih terkejut, dua karena dia bingung harus menjawab apa.


Hari itu adalah pemilihan ketua kelas, Ruo Man didepan kelas membaca perhitungan suara yang sayangnya bukan dirinya yang menang, tapi Jang Guan teman sekelasnya, yang memilih dia hanya satu orang saja. 

Dari tempatnya duduk, Lui Fei bisa melihat wajah sedih Ruo Man, apalagi saat suara terakhir diberikan dan yang menang Jan Guang,dan teriakan-teriakan embira karena bukan Ruo Man yang terpilih,  Ruo Man langsung lari keluar kelas saat itu.


Lui Fei menyusul Ruo Man yang sedang diatap gedung sekolah untuk menanyakan keadaannya, dan Ruo Man saat itu sedang tidak ingin  berbicara atau melihat Lui Fei. Dengan jujur Lui Fei mengatakan kalo dia memilih Ruo Man, tapi bagi Ruo Man itu percuma, pada akhirnya dia tetap kalah juga.

Lui Fei : “Apa menjadi ketua kelas yang penting bagi kamu?”

Ruo Man kali ini berbalik menatap Lui Fei, dengan emosi dia mengatakan kalo Lui Fei tidak tau apa-apa, dan dirinya sangat benci perasaan gagal. Apa yang salah dari dia sampai-sampai tidak ada yang memilihnya. Ruo Man yang sudah menangis akhirnya pergi dengan berlari dari sana.


6 tahun lalu, di hari ulang tahun Ruo Man, mereka datang kesebuah restoran untuk merayakan ulang tahun Ruo Man dan tentu untuk minum-minum.

Di mabuknya Ruo Man dia mengatakan kalo dirinya menyukai Lui Fei, dia paling menyukai Lui Fei dan mengajaknya menetap dirumah yang sama, Ruo Man mengatakan lagi jika 10 tahun setelah mereka lulus sekolah dan dirinya masih lajang, dia akan tinggal serumah dengan Lui Fei.

Lui Fei sama sekali tidak mengatakan apapun, tatapannya hanya terluka, entah karena apa. Sampai akhirnya dia meletakkan ponselnya dan meminta Ruo Man untuk mengulangi apa yang dia katakana tadi. 

Ruo Man : “Aku bilang, aku Ai Rou Man, bersumpah bahwa setelah sepuluh tahun lulus dari sekolah tinggi, jika aku masih lajang dan kamu masih belum menikah, aku akan puas dengan tinggal bersamamu, Lui Fei.”
Dengan ponselnya, Lui Fei merekam apa yang Ruo Man katakan.


Di depan toko ini Lui Fei mengingat semua kenangan itu, pandangannya sendu.

Apakah semua teman baik memiliki perjanjian lisan semacam ini? Umur dua puluh delapan tahun. Tiga puluh tahun. tiga puluh lima tahun atau empat puluh tahun. usia bukanlah masalah penting di sini. Masalah utamanya adalah berapa banyak orang yang benar-benar baru saja menetap.

Setelah ragu akan masuk ke toko itu atau tidak, akhirnya Lui Fei memutuskan untuk masuk ke toko itu.
***
Di tempatku ini  jam 12 malam lebih 18 menit, tepat saat huruf ini diketikkan.

Kalo boleh jujur selama 19 menit 56 detik ini aku boring, apalagi pertengahan menit ini. Tapi waktu diakhir-akhir udah mulai bisa enjoy, karena lebih fokus ke Ruoman sama Liufei, aku team mereka, berharap mereka bisa jadian dan akhirnya nikah.

Kenapa aku ambil drama ini? Hehe aku penasaran, kayaknya ada sesuatu yang bakal bikin baper waktu aku nonton deh, terutama Luifei, aku udah baper duluan sama dia.

Dan yang terakhir itu toko apa?

Sampai sekarang aku penasaran itu toko apaan, nggak jelas soalnya.

Oh iyaa, maaf banget, itu nama ceweknya tuh bisa Ruoman atau Luoman, tadi udah aku tulis Luoman tapi aku akhirnya ganti pake yang Ruoman, karena aku udah capek banget punggungnya, yang masih pake Luoman maaf ya belum sempet diganti, maaf kalo merasa tidak nyaman saat membaca.

Yaudah karena udah malem banget, punggung udah sakit, dan udah kangen twitter, kita udahin aja ya, see you sampai bertemu di part 2, semoga kalian suka^^
Comments


EmoticonEmoticon