Saturday, February 16, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 2 PART 2

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Luifei : “Aku tidak salah dengarkan? Kamu bahkan memberiku  gigi anjing untuk aku periksa?”
Ruoman : “Aku ingin bertanya apa kamu punya teman dokter hewan yang dapat di andalkan.”
Luifei : “Ya aku tau beberapa.”

Siang ini Ruoman menghubungi Luifei untuk mencarikan dokter gigi hewan untuk rekan kerjanya, Xiao Lu agar besok dapat bekerja dan tidak mempengaruhi penjualan karena dirinya libur. Luifei mengeluh karena setiap kali Ruoman mencarinya itu untuk pekerjaan melelahkan dan tanpa imbalan.
Ditengah obrolan mereka, An Zhuo datang membawa kopi untuk Ruoman. Sementara Luifei setelah berbicara melalu telpon langsung memeriksa pasiennya.


Ruoman merasakan kakinya yang sakit karena memakai sepatu hak tinggi, An Zhuo berjanji lain kali akan membawakan sepatu yang lebih nyaman, dia juga memuji Ruoman yang seorang direktur tapi masih melakukan pekerjaan pribadi dan juga sangat dekat dengan karyawan di toko.

Ruoman menyangkalnya, hari ini pengecualian, biasanya dia tidak seperti itu. An Zhuo malah memberitahu Ruoman, jika di kantor ini dia dijuluki Walking Database.

An Zhuo : “Aku pernah mendengar tentang memori fotografi sebelumnya, tetapi aku belajar sesuatu yang baru hari ini. Sekarang aku tau tentang ‘pendengaran fotografi.’

Ruoman hanya tersenyum mendengarnya.

Ruoman menanyakan alasan An Zhuo memilih menerima pekerjaan seorang asistem ketika banyak lowongan yang lain yang sudah menerimanya, hal itu membuat An Zhuo takut jika pekerjaannya selama ini tidak bagus, tapi bukan itu maksud Ruoman.


Tiba-tiba manager Basto, Zhao Chao yang mantannya Ruoman itu datang menyapa mereka dengan gaya sarkasnya. Dia memuji An Zhuo yang muda dan tampan.

An Zhuo langsung memperkenalkan dirinya sebagai asisten Ruoman. 
Zhao Chao : “Ruoman? Sangat intim.”
Zhao Chao : “Man Man, kau sering datang ke sini..”
Ruoman : “Jangan bicara seperti itu padaku. Aku tidak sedekat itu denganmu. Aku tidak memilki tempramen yang baik dan aku lelah sampai mati. Jangan mengujiku.”

An Zhuo hanya tersenyum saja melihat Zhao Chao di perlakukan seperti itu. Sementara Ruoman terus saja menyidir Zhao Chao dan akhirnya memilih meninggalkan Zhao Chao.


Zhao Chao dari tadi berusaha stay calm tapi saat Ruoman pergi dia jadi emosi juga.


Hari ini adalah hari datang bulan pertama Qing Qing dan perutnya sangat kesakitan, temannya meninggalkan dia di kantin sendirian untuk mencari pembalut. Luifei dan dokter Xiu yang duduk disamping mejanya hanya lewat saja, tapi Luifei memperhatikan Qing Qing sedikit lalu melewatinya saja.

Tean Qing Qing datang dengan teh hangat dan pembalut ditangannya. Temannya juga menyruhnya untuk ijin jika memang udah sakit banget, dengan wajah pucatnya Qing Qing mengatakan dia baik-baik saja, dia Cuma butuh istirahat sebentar.


Qing Qing ke ruangnya Luifei saat sepertinya Luifei sedang bermain game, dengan tangan yang masih memegangi perutnya yang sakit dan juga wajah pucatnya itu, dia memberitahu jika pasien Luifei sudah datang, Luifei tau itu.

Sebelum Qing Qing pergi, Luifei menahannya, dia mengambi snack yang waktu itu di kasih pasiennya dan memberikan snack itu untuk Qing Qing, Luifei pikir Qing Qing tidak makan siang. Dengan jelas Qing Qing mengatakan jika dirinya tersentuh dan sangat berterima kasih pada Luifei.


Ruoman dan An Zhuo keluar dari kantor secara bersamaan.

An Zhuo : “Ruoman, yang merupakan pegawas barang dagangan dari departemen penjualan? Kenapa dia tidak ada di sini?”

Ruoman : “Dulu, itu posisi Ma Liang, tapi dia mengundurkan diri. Aku tidak dapat menemukan seseorang yang aku merasa puas, jadi posisi itu selalu kosong.”

Ini sudah waktunya
Haruskan aku mentraktir dia makan malam? Atau minum?
Apakah itu terlalu jelas?
Bagaimana jika dia menolak aku? Di mana aku akan menempatkan harga diriku?

Ditengah pikiran-pikirannya itu, An Zhuo bertanya apa Ruoman malam ini lebur, karena Ruoman tidak lembur, An Zhuo izin pulang lebih dulu, dengan kecewa Ruoman mengiyakanya, dia tidak memiliki alasan untuk menahan An Zhuo sekalipun dia ingin.

An Zhuo sudah melangkah mendahului Ruoman, saat itu Ruoman memanggilnya, dia memberitau An Zhuo jika An Zhuo naik taksi setelah bekerja, uang taksi akan di tanggung oleh perusahaan, itu hanya alasan Ruoman saja, sebenarnya pasti ada sesuatu yang ingin di sampaikan ke An Zhuo.

An Zhuo menoleh kea rah Ruoman dan mengiyakannya, lalu tersenyum dan pergi.

Bagus aku tidak mengatakan apa-apa

Sering kali, tragedy wanita terjadi karena dia tidak bisa berkata ‘tidak’ sampai akhir.


Ruoman pulang dengan keadaan rumah yang sudah sangat rapi, ruang tamu, kamar, lemari dan apapun itu sudah sangat rapi saat dia memeriksanya. Hampir di semua tempat di rumah Ruoman ada catatan yang di tempelkan Luifei, di washtafel, di kulkas dan banyak lagi, mengingatkan Ruoman agar ini dan agar itu, dan tentu saja Ruoman tidak membacanya dan tidak pula menuruti perintah Luifei.

Ruoman minum dan meletakkannya sembarangan, memanaskan makanan yang sudah di sediakan dan tinggal nonton tv.


WAIT.. 
Jadi yang tadi itu bukan rumah Rouman, tapi itu rumah Luifei. Hehe aku nggak ngeh sama perbedaannya, jadi Ruoman ada di rumah Luifei.

Dan sekarang Luifei ada di rumah Ruoman lagi bersih-bersih tapi tiba-tiba mati lampu, jadinya dia telpon Ruoman yang orangnya udah tidur, tapi untung masih di angkat. Luifei menanyakan apa Ruoman lupa membayar listrik lagi, dan Ruoman rasa emang gitu. Saat di tanya tentang kartu catu daya? Ruoman tidak tau, Luifei terkejut mendengarnya, bahkan sampai hal seperti ini saja Ruoman tidak mengingatnya, tidak mau berdebat lagi pula ini sudah malam, Luifei menyuruh Ruoman untuk istirahat lagi, biar dia saja nanti yang cari.

Ruoman kembali mematikan lampu dan kembali tidur.

Oh iya jadi masalah pindah rumah itu bukan mereka tinggal bareng ternyata gengs, tapi tentang Ruoman yang tidur sementara di rumah Luifei dan Luifei dirumah Ruoman tugasnya bersih-bersih, karena you knowlah Ruoman itu jorok dan sibuk jadi ya gitu, lebih nggak punya waktu terus pulang ke rumah capek sih.


Ruoman sedang di pantry saat tiba-tiba Gina menyapannya dan mengajaknya bicara, Gina bercerita, ternyata orang yang tempo hari mereka temui di caffe itu asistennya Ruoman, dia ingin Ruoman menanyakan pada An Zhuo, apa dia sudah punya pacar atau belum, Gina mengaku jika dirinya sudah jatuh cinta sejak pada pandangan pertama, Gina anak mengejar An Zhuo jika An Zhuo tidak memiliki pacar dan misalkan An Zhuo punya, Gina akan merebutnya.

Ruoman sangat terkejut mendengar hal itu, ternyata gadis-gadis zaman sekarang sangat agresif, dia tidak mau menanyakan hal itu, Gina harus berusana sendiri. 

Gina memohon dan merengek lagi agar Ruoman membantunya, dia sangat menyukainya dan berpikir jika An Zhuo adalah tipe idealnya.

Ruoman : “Apa yang kamu sukai dari dia? Apakah kamu mengenalnya? Kamu bahkan belum berpikir dengan hati-hati dan kamu bergerak begitu cepat. Wajahnya adalah tipe idealmu, tetapi bagaimana dengan kepribadiannya? Apa yang terjadi jika kamu menemukan bahwa kamu berdua tidak cocok setelah bersama?”

Gina : “Di zaman sekarang, bukankah wajah yang baik sudah cukup? Juga semua orang baik, semuanya di ambil dengan cara merebut. Kamu tidak tau gadis-gadis di luar sana. Mereka bergerak sangat cepat.”

Ruoman : “Kamu membuatnya terdengar seperti merebut untuk penjualan.”


INFO: Yang baca di HP Tampilan lebih bagus pakai browser Google Chrome, dan Buat pengguna Android INFO UPDATE SINOPSIS ada di Bawah, Slide ke bawah ya...

Gina : “Bahkan lebih kejam! Lebih baik merebut dan tidak menginginkannya daripada tidak bisa mendapatkannya. Jika aku tidak bisa merebutnya, aku akan berakhir seperti kamu.”

Gina dan Ruoman sama-sama terdiam, satu untuk Gina yang tau dirinya yang baru keceplosan dan akhirnya memilih kabur karena tatapan Ruoman, dan satu lagi untuk Ruoman yang begitu terkejut dengan omongan Gina barusan.

Ingatkan dirimu untuk bersikap baik kepada orang yang lebih muda
Terutama anak muda yang menusukmu dengan kebenaran


Ruoman sedang makan di kantin saat tiba-tiba an Zhuo datang dan duduk di depannya, karyawan kantor yang melihat hal itu sempat terkejut. Karena Ruoman masih tetap sibuk dengan ponselnya meskipun sedang makan jadi An Zhuo menegurnya, agar jangan bekerja saat sedang makan. Ruoman meletakkan ponselnya, mengatakan pada an Zhuo jika itu sudah ke biasaan, lalu makan dengan cepat sambil melihat jam tangannya, untuk kedua kalinya An Zhuo tersenyum dan menegur Ruoman agar makan pelan-pelan, karena makan terlalu cepat tidak baik untuk pencernaan. Ruoman dengan kikuk mencoba untuk menerpkannya, makan dengan lebih pelan.


Gina dan temannya datang dengan makanannya, Gina menyuruh temannya duduk di meja sebelah bersama temannya yang satu, sementara Gina langsung bergabung di meja Ruoman dan An Zhuo.

Setelah menyapa mereka berdua, Gina mengeluh jika penjaga kantinnya memberinya banyak daging dan dia tidak bisa menghabiskannya, dia memberikan dagingnya untuk An Zhuo, sekalipun di tolak, Gina tetap memaksa. Ruoman hanya memperhatikan sekilas dan mencoba untuk tidak peduli. 

An Zhuo merasa tidak nyaman, apalagi saat Gina memegang lengannya yang berotot.

Gina menanyakan zodiac An Zhuo yang ternyata Libra, dan An Zhuo tidak mempercayai zodiac. Dengan keras kepala Gina meyakinkan An Zhuo jika zodiac itu akurat, dan dia yang aquarius adalah pasangan yang sangat cocok untuk libra. An Zhuo sok-sok iya ajalah dan saat Gina nanya lagi ke dia, An Zhuo malah nanya ke Ruoman, zodiaknya apa.

Sedetik, dua detik, Ruoman akan menjawab tapi demi apapun itu Gina langsung memotongnya dan memberikan jawaban kalo Ruoman zodiaknya leo.

Mendengar panggilan santai An Zhuo kepada Ruoman membuat Gina merasa aneh, bukannya seharusnya memanggilnya direktur Ai, karena Ruoman adalah atasannya. Ruoman malas sekali mendengar celoteh gina, jadi dia permisi mau ke kantor.

Gina : “Jangan khawatir, dia memang seperti itu. Sebenarnya dia adalah orang yang cukup baik. Tapi emosinya agak pendek. Wajahnya yang alami hanya terlihat kesal.”

An Zhuo udah males banget dengerin Gina dan kayaknya dia juga kehilangan selera makan jadinya.


Ruoman baru masuk ruangannya dan udah syok sama boneka pink dan serba hello kitty yang tiba-tiba aja ada di ruangan dia, dia langsung menelpon seseorang, memarahinya karena merubah ruangannya seenaknya saja, kayaknya yang di telpon An Zhuo, dia takut kalo ruangan Ruoman terlalu berantakan. Tapi Ruoman sudah menata ruangannya sedemikian rupa agar pekerjaannya tidak berantakan, dan sekarang malah jadi kacau karnanya. Dia juga merasa pink hello kitty sama sekali tidak cocok untuknya, dengan kesal Ruoman ingin An Zhuo menyingkirkan semuanya.


Ruoman menemui Luifei di lobby kantor, nggak tau Luifei mau ngapain tapi waktu liat muka Ruoman yang baru dateng dia langsung negur, karena mungkin udah hafal sama muka sebel Ruoman kali ya. Ruoman dengan malas menjawab kalo ini masalah kecil, asisten baru kerjanya nggak bagus. Luifei malah menasehati Ruoman agar tidak keras dengan bawahannya, karena mereka pasti butuh waktu untuk menyesuaikannya. Setelah mengiyakan mereka pamit gitu dengan yaudah sana pergi sambil saling senyum, duh kapalku.


An Zhuo keruangan Ruoman, tersenyum kikuk sambil membawakan kopi, dia ingin minta maaf karena tidak seharusnya dia menyentuh barang Ruoman tanpa izin. 

Ruoman dari tadi tidak mau menatap An Zhuo, dia tenggelam dalam pekerjaannya dan mengatakan tak masalah pada an Zhuo, dia langsung mengalihkan pada rencana pemasaran produk musim dingin yang baru, dan baru saja dia kirimkan ke email An Zhuo. Ruoman menyuruh An Zhuo pergi dan memeriksanya lalu memberikan pendapatnya.

Tapi An Zhuo tidak pergi dan malah kelihatan bingung, jadi Ruoman melihat kearahnya.
An Zhuo sudah akan pergi, namun Ruoman menahannya. Dia ingin mulai sekarang An Zhuo memanggilnya diriktur Ai.
An Zhuo : “Apakah perusahaan memiliki aturan semacam itu?”
Ruoman : “Perusahan tidak, tapi..”
An Zhuo : “Maka aku akan pergi dan bekerja.”
Wah itu artinya An Zhuo nggak nurutin kan ya hahahahahaha seru nih.


Aku perlu mengingatkan diri sendiri untuk tidak berpikir terlalu banyak
Percakapan santai tidak bisa berdiri di atas analisis
Orang dewasa tidak mencampur perasaan pribadi dengan pekerjaan


Qing Qing di kantin makan sangat sedikit, hal itu membuatnya di tegur oleh temannya. Kata Qing Qing dia sedang tidak berselera, dan malah lebih tertarik dengan topik kenapa Luifei tidak makan siang hari ini. Temannya tersenyum karena Qing Qing yang sangat mempedulikan tentang apa yang di lakukan Luifei.

Hehehe Luifeinya lagi pergi mbak, lagi nemuin Ruoman tadi hahahaahaha rasanya pengen jadi kompor, aku suka keributan.

Qing Qing memberitau temannya kalo Luifei sangat peduli padanya, apalagi tadi dia member Qing Qing snack, sambil menunjukkan snack yang Luifei kasih tadi.

Temannya Qing Qing : “Dokter Lu seperti itu. Dia berbagi hadiah yang orang-orang berikan padanya.”

Qing Qing malah kesal karna barusan temannya ngasih tau hal itu, tapi namanya orang jatuh cintakan ya, semuanya ikut dalam prasangkanya selalu ada pembenaran yang dirinya buat agar hatinya ikut berbunga-bunga, padahal itu hanya ilusi, dan itu yang Qing Qing lakukan sekarang. Fakta bahwa Luifei belum punya pacarpun semakin membuatnya berharap.


Bus yang di tunggu Luifei baru saja datang, dan tiba-tiba suara Qing Qing yang sedang berlari menarik perhatian Luifei, jadi Luifei meminta sopirnya untuk menunggu. Qing Qing tidak menyangka akan bertemu Luifei di halte.

Mereka duduk di kursi yang sama yang tentu hal itu membuat Qing Qing sangat senang. Kebetulan yang menyenangkan. Lalu Qing qing juga menanyakan kenapa Luifei tadi waktu makan siang dan di jawab singkat oleh Luifei jika dirinya makan siang di luar.

Dengan keberanian yang coba dia kumpulkan akhirnya Qing Qing bisa pura-pura tidur di pundak Luifei dengan Luifei yang makin merasa risih dan tidak tau harus ngapain.


Luifei sudah sampai pada halte yang dia tuju, tapi Qing Qing belum bangun, masih pura-pura tidur dia. Sampai akhirnya Luifei terpaksa bangunin Qing Qing kalo dia udah sampai dan harus turun. Qing Qing minta maaf karena tadi udah ketiduran. 

Dan setelah Luifei turun Qing Qing benar-benar merasa senang, sampai pipinya merah.


Ruoman mendapat telepon dari Luifei yang katanya lagi ada di deket kantornya, Ruoman tentu kaget, ngapain Luifei kesini lagi, dia pikir karena barang-barang di rumahnya rusak atau apa. Luifei beralasan kalo tadi dia lewat mini market di deket kantor Ruoman, terus Luifei pikir Ruoman mau makan dengannya, dia akan masak nanti.

Ruoman tidak semudah itu, jadi dia menggoda Luifei dengan sengaja.

Ruoman : “Mengapa kamu datang ke sini dua kali dalam sehari? Sangat mencurigakan.”

Luifei : “Aku.. turun di halte bus yang salah.”

Ruoman : “Kamu pikir aku idiot? Kamu naik bus itu selama enam tahun dan kamu mengatakan padaku kamu turun di halte yang salah?”

Hahahaha mereka telponan sambil senyum-senyum tarik ulur gitu, lucu deh. Btw Luifei sekarang lagi ada di mini market, belanja. Mau masak katanya kan.

Luifei : “Terkadang terlalu pintar adalah kejahatan juga.”

Ruoman : “Kamu terlalu jujur. Tidak bisakah kamu membuat kebohongan dan bilang di sini hanya untuk menjemputku untuk membuatku bahagia? Apakah kamu akan mati jika kamu meningkatkan kepercayaan diriku?”

Luifei : “Oke, aku datang untuk menjemputmu dari tempat kerja. Pergi ke rumahku untuk makan malam nanti. Apakah itu tidak apa-apa?”

Aaaaaaaa kapalku ayolah berlayar, seneng deh kalo mereka bikin baper gini. Oke next di episode 3 yaa. See you. ^^

Comments


EmoticonEmoticon