SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 4 PART 2

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Poong sang membawa kembali ban yang telah dicuri jin sang, 
Tapi poong sang tiba tiba disiram air oleh ibunya chil book.. ibunya chil book minta maaf, jin sang berdebat dengan ibunya chi book
Poong sang tidak memperdulikan mereka dan pergi 


Sesampainya di rumah poong sang yang basah kuyup melihat boon shil dan menyuruh boon shil untuk tidak mengatakan apapun
Poong sang membersihkan bannya, tapi boon shil menyuruh poong sang minggir karena tugasnya adalah membersihkan ban


Boon shil mengeluh karena bannnya sangat mahal dan menyuruh poong sang untuk melaporkan jin sang ke polisi jin sang harus dipenjara agar sadar, jin sang kesal mendengarnya boon shil menyiram air ke jin sang
Poong sang juga masih kesal dan menyuruh boon shil untuk membuat penekuk sayuran, boon shil mengatakan “marahi dia dengan perut kosong kenapa kamu selalu butuh makanan?”


Boon shil sudah membuat penekuk sayuran
Pong sang menyuruh jin sang dan hwa sang untuk memakannya
Jin sang sudah mau mengambil penekuknya tapi poong sang langsung bertanya
Poong sang: “kenapa kamu mencuri ban?”
Jin sang: “untuk berjudi”
Poong sang: “kenapa?”
Jin sang: “untuk mendapatkan uang”
Boon shil tidak tahan mendengarnya dan menegur poong sang “memangnya ini 20 permainan?” kata boon shil


Boon shil: “bukankah ini keterlaluan? Berapa kali kamu menjual ban?”
Poong sang: “diamlah aku sedang memarahinya”
Boon shil: “marahi dia dengan benar agar tidak mengulanginya”
Poong sang: “kamu kenal orang yang dapat uang dari berjudi?”
Jin sang: “tentu saja, banyak orang yang mendapat uang kakak tidak tahu orang yang kukenal mendapat lebih dari 100.000 dolar”
Poong sang: “apa dia menjadi kaya?”


Boon shil: “tentu saja tidak, mungkin dia kehilangan semuanya”
Jin sang: “astaga, kamu sangat pintar”
Poong sang: “bagaimana kamu pulang setelah bangkrut?”
Jin sang: “pemenangnya terkadang memberiku ongkos taksi, terkadang rumah judi memberiku uang.”


Boon shil sudah tidak tahan lagi 
Poong sang: “berhentilah memiliki impian semu, dan mulailah bekerja keras dari awal”
Jin sang: “aku harus bagaimana? Haruskah aku melakukan pekerjaan konstruksi”
boon shil langsung menyela dan mengatakan iya
jin sang: “aku bahkan tidak bisa bekerja sambil berdiri, bagaimana aku harus menggunakan punggungku? Aku tidak bisa menggunakan pekerjaan manual kita hidup hanya sekali makan telur hari ini lebih baik daripada makan ayam besok”
hwa sang: “aku setuju, sekaranglah yang penting apa gunanya bahagia di masa depan jika akan segera mati?”


boon shil benar benar marah dan tidak tahan 
“jin sang, jika sekali lagi kamu mencuri ban, aku tidak akan tinggal diam, aku akan langsung melaporkanmu ke polisi” kata boon shil yang benar benar sudah tidak tahan dengan tingkah jin sang


Sekarang giliran hwa sang
Hwa sang menjawab dia bekerja paruh waktu karena boon shil selalu mengerasinya sindir hwa sang 
Poong sang: “kenapa tidak cari pekerjaan paruh waktu yang benar?”
Hwa sang: “aku disuruh giat mencari uang”
Poong sang: “siapa yang mengirim kopi naik sepeda motor?”
Hwa sang: “kakak membayari jung sang kuliah kedokteran tapi tidak melakukan apapun untukku kakak hanya menyuruhku bekerja di dapur jika kakak memberiku uang untuk biaya kuliahnya aku pasti sudah membangun gedung 5 tingkat”


Boon shil: “kamu tidak pantas mengatakan itu, jung sang menghabiskan semua gajinya untuk kamu dan jin sang kamu tahu jumlah uang yang kamu habiskan? Dia pasti sudah kuliah kedokteran 12 kali”
Hwa sang: “jangan ikut campur ini urusan keluarga”
Poong sang: “kamu harus mengatakan itu?”
Hwa sang: “beginilah aku, aku harus bagaimana?”


Hwa sang: “ada apa denganmu, kak boon shil? Kakak mengalami monopouse?”
Poong sang: “ini karena dia marah”
Hwa sang: “kenapa marah? Tidak ada yang memaksa dia menikah dia menikah atas kemaunnya sendiri dia tidak boleh mengeluh soal itu”
Poong sang: “bagaimana kamu mengatakan itu?”
Hwa sang: “jika memahami situasiku kakak akan bermulut kotor sepertiku”


Jin sang yang merasa situasinya berbeda memberitahukan hwa sang kalau dia keterlaluan dan menyeret hwa sang untuk ke lantai atas


Boon shil mengatakan poong sang lah masalah dalam keluarga, 
poong sang harus memarahi mereka dengan benar memberi makanan kepada mereka tidak akan menyelesaikan masalah kata boon shil sambil membanting penekuk sayuran yang sudah dia buat

Poong sang mengatakan kasihan kepada adiknya karena tumbuh tanpa orang tua 
Boon shil semakin marah dan mengatakan kamu tidak mengasihani dirimu poong sang hanya mementingkan adiknya hanya poong sang yang menganggap adiknya sebagai anaknya dan jika mereka meminta lever poong sang,
mungkin poong sang akan memberikannya


Poong sang: “aku tidak hanya memberikan mereka leverku, aku akan memberikan mereka seluruh tubuhku” 
Boon shil: “biar kuulangi sekali lagi, anakmu hanya joong yi keluargamu terdiri dari aku, joong yi dan kamu. Mereka orang lain bagi kita”
Poong sang: “itu omong kosong, kita semua keluarga”


“baiklah! Hiduplah bahagia bersama keluargamu tersayang” kata boon shil lalu pergi


Joong yi sudah memegang gagang pintu dan ingin masuk tapi mengurungkan niatnya karena mendengar suara orang tuanya yang sedang bertengkar joong yi pun pergi
Mungkin inilah penyebab joong yi sering pulang terlambat karena tidak ingin mendengar suara pertengkaran orang tuanya


Jung sang masih berusaha menghubungi young pil 
jung sang sangat khawatir dengan young pil


Bel jung sang berbunyi, jung sang mengira itu young pil dan dengan cepat membuka pintunya ternyata yang datang bukan young pil melainkan hwa sang 


Hwa sang datang dengan membawa kotak yang berisi kue 
Jung sang bertanya bagaimana hwa sang mengetahui jung sang ada di rumahnya, hwa sang menjawab memakai telepatinya karena mereka saudara kembar 


Jung sang menyuruh hwa sang untuk cepat mengatakan urusannya dan pergi, hwa sang mengatakan dia membeli kue itu dari bekerja paruh waktu
Jung sang menyuruh hwa sang untuk menabung uangnya dari pada membelikannya kue 


Hwa sang meminta jung sang untuk menemui tunangan hwa sang sekali lagi dan mengatakan ucapannya yang tempo hari itu bohong,, jung sang heran dan mengatakan apa isi kepala hwa sang
Tidak seperti hwa sang yang biasanya emosi tapi hwa sang malah mengatakan isi kepalanya penuh dengan kotoran dan memuji jung sang yang sangat cantik 


Hwa sang juga mengatakan boon shil menyuruhnya keluar dari rumah, dia tidak menemukan pekerjaan karena sudah terlalu tua dan terlambat dan juga tunangannya pegawai negeri yang akan mendapatkan dana pensiun yang besar dan harus menikah dengannya hwa sang memohon kepada jung sang


Jung sang menyuruh hwa sang untuk sadar dan jika menginginkan pria hebat hwa sang harus selevel dengannya jika mengincarnya dari bawah hwa sang akan terluka belum terlambat untuk belajar keahlian jung sang akan membayarkan biaya kursus hwa sang


Hwa sang dan sudah tidak tahan dan mengatakan
“berandal, sejak kita masih kecil, aku yang mengerjakan tugas rumah aku yang membesarkan we sang, yang kamu lakukakn hanyalah bersekolah kamu akan membayar kursusku? Kamu psikopat yang tidak memedulikan penderitaan orang lain”


Tiba tiba terdengar suara memasukkan kode dan masuk ke rumah 
jung sang dia adalah ji ham
Hwa sang yang melihatnya bertanya siapa ji ham, siapa ji ham yang bisa memasukkan kode masuk dan masuk begitu saja 


Jung sang menyuruh hwa sang untuk pulang dan berbicara di lain waktu  
“buka pintunya, siapa dia? Kamu bilang tidak berpacaran!” teriak hwa sang dari luar
“aku melakukan kesalahan, kan?” tanya ji ham ke jung sang 
Jung sang hanya menatap ji ham


Hwa sang sudah pulang tapi tiba tiba hwa sang mencari tim medis di ponselnya dan mendapatkan foto ji ham serta fotonya bersama istri dan anaknya 
Hwa sang tersenyum licik


Ji ham memberikan kotak kepada jung sang dan mengatakan “konon kita tidak boleh mengatakan meminta maaf kepada orang yang kita cintai tapi aku selalu meminta maaf kepadamu”
Jung sang bertanya apa itu


Ji ham membuka kotaknya yang isinya adalah cincin jung sang kaget
Ji ham mengatakan bisakah jung sang untuk menunggu 
ji ham akan datang ke jung sang dan memberinya waktu ranpa melukai siapa pun terima kasih telah menunggu selama 5 tahun


Jung sang mengatakan dialah yang lebih berterima kasih karena yang memutuskan untuk menerima adalah ji ham
Ji ham memasangkan cinicinnya kepada jung sang 
“aku akan menunggu, aku sudah melakukan dosa, jadi aku seorang pendosa tapi aku ingin mengabaikan diriku” kata jung sang


Ji ham ingin bertanya tapi jung sang langsung menyela dan mengatakan “tentang dokter kang yul han? Hubungan kami sudah berakhir aku tidak akan berubah jangan bertanya lagi”
Ji ham tersenyum dan mengatakan baiklah 


Saat ingin keluar dari mobil, ji ham menarik jung sang untuk memeluknya
Hwa sang melihat semuanya dari luar 
Ji ham: “kamu bilang ingin berkirim pesan sebelum tidur kita akan segera bisa melakukannya”
Jung sang tersenyum mendengarnya dan mengangguk
Jung sang: “sampai jumpa”


Hwa sang tersenyum licik dan mengatakan “kena kamu”


Boon shil memperlihatkan kertas kepada poong sang dan mengatakan apa itu
Poong sang: “bagaimana kamu...”
Boon shil: “kamu mengirim 1.500 dolar kepada siapa? Untuk jin sang kan? Kamu membayar utang judinya kan? Sampai kapan kamu hidup seperti ini? Asuransi kita bisa dibatalkan karena terlambat membayar”


Jin sang mengatakan akan membayarnya saat mendapatkan jackppot jadi tidak usah khawatir
We sang yang mendengar jin sang langsung menarik jin sang pergi 
Poong sang menyuruh we sang untuk membawa jin sang ke tempat terpencil dan memukulnnya 
Boon shil: “dia ketagihan judi, jika dia tidak berhenti kita semua akan mati”
Poong sang: “iya aku tahu itu”
Belum sempat poong sang melanjutkan perkataanya terdengar suara klakson mobil yang ingin mencuci mobilnya
Poong sang buru buru masuk ke dalam bengkelnya


Ternyata orang yang ingin mencuci mobilnya adalah teman sekolah boon shil 
Boon shil akan memberikannya diskon karena dia temannya
Tapi teman boon shil mengatakan tidak perlu karena boon shil bisa dimarahi oleh bosnya dia bahkan memberikan boon shil tip
Teman boon shil melihat tangan boon shil dan mengelusnya lalu mengatakan “sesekali datanglah ke reuni kita, jangan malu karena kamu tidak mapan” 


Temannya boon shil pamit untuk pergi dan dia menerima telpon
Dia mengatakan “aku baru saja mencucikan mobilku, wanita kenalanku bekerja di pencucian mobil dan aku kasihan kepadanya” 
Boon shil mendengar semuanya 


Boon shil mengambil tempat yang bertuliskan “obat untuk rasa marah”
Boon shil ingin membukanya dengan menahan marah dan melihat tangannya, boon shil mengingat temannya yang mengelus tangannya dan menangis


Boon shil keluar dari rumah dengan membawa tas yang besar,       poong sang yang sedang meminum obat melihatnya membawa tas, langsung tersedak


Poong sang ingin mencegah boon shil pergi tapi poong sang masih tersedak sehingga tidak bisa berbicara

Tbc.....

Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Related Posts

Load comments

Comments