Monday, January 14, 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 2 PART 2

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Jin sang memberikan chil book jas mencolok berwarna merah motif bunga 
Jin sang menanyakan sesorang ke chil book, chil bok mengatakan untuk menyerah saja tapi jin sang tetap ingin menemukan orang yang membuatnya menderita 


“aku akan menghancurkan hidupnya” kata jin sang sambil menggertakan giginya “pastikan kamu menemukan dia, paham?”
“kurasa dia akan terkena masalah” gumam chil book


Poong sang merasa kesakitan dibagian perutnya dan mendengar suara di aula pemakaman
“aigoo.... aigoo...”
Poong sang yang mengira tamu bergegas ke aula pemakaman ayahnya


Ternyata yang datang adalah wanita tua yang memakai baju mencolok
Poong sang tidak senang melihatnya yang ternyata adalah ibunya 
Poong sang menyuruh ibunya untuk pergi karena merasa tidak malu untuk datang ke aula pemakaman ayahnya 


Poong sang menyeret ibunya keluar dan memanggil taksi 
Ibunya poong sang Noh young shim tetap tidak ingin pergi 


Young shim tidur di trotoar agar poong sang tidak menyuruhnya pulang 
Poong sang terpaksa memanggil ibunya untuk berbicara 


Young shim bertanya ke poong sang apakah ayahnya meninggalkan sesuatu atau warisan poong sang mengatakan ayahnya meninggalkan warisan hutang
Young shim: “dia menjalankan kehidupan egois hingga meninggal”


Poong sang: “jangan menjelekkan ayah, anda tahu alasan dia meninggal?”
Young shim: “dia meninggal karena kanker hati, dia selalu minum minum terlalu banyak jagalah levermu juga kamu sangat mirip dengannya”
Poong sang: “andai bukan karena anda, dia tidak mungkin meninggal di jalanan dia sengsara seumur hidup karena anda, aku tahu perbuatan anda aku melihat semuanya” kata poong sang yang sudah tidak tahan mendengar perkataan ibunya


Young shim: “apa maksudmu? Kamu kadang sangat tidak masuk akal aku juga kesulitan saat melahirkanmu saat berusia 18 tahun aku tidak bisa melakukan apa pun karenamu kamu pikir aku tidak kesal? Apa kamu melihat emas batangan? Kudengar keluarga ayahmu menyimpan emas batangan untuk generasi ke generasi”
Poong sang: “emas batangan? Aku bahkan tidak melihat sampah”


Young shim tertawa mendengar poong sang yang membahas sampah 
Poong sang ingin pergi tapi young shim menahan poong sang dan bertanya uang belasungkawa, poong sang mengatakan untuk membayar hutang, anda kemari karena itu


Young shim: “bukan sepenuhnya untuk itu aku merasakan ikatan kuat saat melihatmu kurasa inilah yang namanya kasih sayang ibu”


Poong sang: “kasih sayang apa? Anda hanya melahirkanku anda harus membesarkan anak anak anda, anda berani menanyakan asuransi dan emas batangan tapi tidak pernah bertanya soal adik adik, anda hanya mempedulikan uang itu yang anda sebut kasih sayang ibu?” kata poong sang yang sangat kecewa dengan ibunya
Young shim beralasan mereka pasti baik saja karena poong sang merawatnya dan meminta ongkos taksi 


Poong sang kecewa dengan perkataan ibunya dan langsung mengeluarkan semua uang di dompetnya


Di dompet poong sang hanya ada 78 dolar dan membanting uangnya ke tempat sampah. Poong sang berharap ke ibunya semoga ibunya jangan pernah muncul di hadapan adik adiknya lalu pergi


Young shim sama sekali tidak merasa sedih dan bahkan young shim hanya mengatakan terserahlah sambil mengambil uang yang dibanting poong sang ke tempat sampah


Sesorang pria merebut uangnya dan mengatakan dia hanya punya itu di dompetnya
Young shim pergi bersama pria tersebut.


Poong sang kembali ke aula pemakaman
Poong sang menatap foto ayahnya dengan sedih  


Poong sang ingin menarik uang untuk pembayaran pemakaman ayahnya tapi poong sang tidak bisa mengambilnya karena telah melampaui batas kredit


Tiba tiba ponsel poong sang berbunyi
Pesan dari jung sang yang mengatakan telah mengirim uang untuk pemakamannya


Di tempat iring iringan 
Poong sang hanya seorang diri 
Di rumah sakit ayah boon shil sakit perut dan sepertinya boon shil tidak bisa ke tempat iring iringan menemani poong sang


Poong sang masih menunggu semuanya tapi poong sang sudah lama menunggu dan memberitahukan supir bus untuk pergi saja
Supir bus bertanya apakah dia sendirian, poong sang menjawab “iya saya sendiri”


Di saat semua orang membawa keluarganya ke tempat pembakaran poong sang hanya sendiri membawa ayahnya


Poong sang membawa kotak abu yang berisi abu ayahnya dan bertemu seorang wanita, wanita itu bertanya apakah dia lee poong sang, poong sang menjawab iya 


Wanita itu memberi tahukan poong sang andaikan ayahnya mau implantasi lever dia pasti masih hidup tapi dia menolak karena merasa tidak tahu malu meminta lever dari anak anaknya 


“Malam itu masa krisis terakhirnya tapi dia ingin menemui anak anaknya untuk terakhir kali. Jadi, dia keluar saat turun salju aku tidak bisa menghentikannya dia bilang ada yang harus dia beritahukan kepada putra sulungnya” kata wanita
Poong sang bertanya apa yang ingin diberitahukan ayahnya, wanita itu menjawab ayahnya menyesal dia bilang tidak bisa mati tanpa memberitahumu tentang itu dia menyesal


Poong sang mengingat kembali saat bertemu dengan ayahnya 
Ayahnya terus memperhatikan poong sang
Poong sang bertanya apakah ayahnya ingin mengatakan sesuatu 
Saat ayah poong sang ingin mengatakan sesuatu ponsel poong sang langsung berbunyi


Poong sang meminta izin kepada ayahnya untuk menelpon di luar 
Saat poong sang masuk kembali ayahnya sudah pergi


Di sungai poong sang menyebarkan abu ayahnya dengan sedih 
Poong sang menangis mengingat perkataan wanita tadi yang mengatakan ayahnya sangat menyesal


Tapi poong sang hampir terjatuh dan tidak sengaja menjatuhkan kotak yang berisi abu ayahnya 


Poong sang berusaha mengambil kotaknya lagi 


Bukannya mendapatkan kotaknya poong sang malah tenggelam
Poong sang sudah pasrah dengan hidupnya 


Poong sang mengingat kembali pertengkaran dengan saudaranya
Poong sang langsung berusaha untuk tidak tenggelam sambil meminta tolong.

Comments


EmoticonEmoticon