Minggu, 13 Januari 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 1 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Semua rumah dan jalanan tertutupi salju
Terdapat toko bahan makanan chil bok


Chil bok ingin keluar dari tokonya tapi karena dingin chil bok kembali masuk dan menutup pintu tapi kepala chil bok tersangkut di pintu toko
Chil bok bergumam tidak ada yang melihatnya kan chil bok membersihkan jalanan yang penuh dengan salju tapi chil bok seketika berhenti saat sapunya mengenai sesuatu


Chil bok kaget karena ada seorang pria yang terbaring di jalanan. tubuhnya sudah tertutupi salju 


Chil bok tersentak dan celananya robek, chil bok berteriak memanggil ibunya 
“kenapa kamu ribut?”
“ibu”
“ada apa”
“ibu di sebelah sana lihat sebelah sana”

Ibu chil bok melihatnya dan kaget karena mengetahuinya


Lee poong sang sedang memperbaiki mobil 
Tiba tiba ponsel poong sang berbunyi, chil bok yang menelfonnya
“apa”
“poong sang, kau sedang apa?”
“memperbaiki mobi, kenapa? Kamu diusir karena mengompol?”
“aku terlalu tua untuk mengompol”


Ibu chil bok berteriak dan menyuruh chil bok untuk cepat memberitahunya
Chil book tidak tau harus mengatakan apa
Terpaksa ibu chil book yang sendiri mengatakannya
“poong sang! Cepat kemari! Ayahmu meninggal! 
Poong sang terkejut dan tidak mengatakan apa apa


Seorang wanita tua tampak menangis dan dipegangi oleh anaknya
“astaga, kasihan sekali kenapa kamu harus pergi seperti ini? Kenapa kamu harus tewas seperti ini dan meninggalkan semua kekayaan itu?”
Keluarga wanita tua itu tampak sangat bersedih beberda jauh dengan kelaurga lee poong sang 


Poong sang bertanya ke adik adiknya apakah mereka tidak menelpon teman temannya 
Jin sang menjawab kalau chil book adalah temannya. Hwa sang juga menjawab ibunya chil book akrab dengannya
Poong sang: “kenapa aku tidak melihat tamu kalian?”
Jing sang: “aku tidak punya teman untuk ditelepon”
Hwa sang: “benar”
Jun sang: “ini bukan pesta, aku bahkan tidak membahasnya”
Hwa sang: “aku sudah mengabari temanku mereka akan datang”


Hwa sang mengambil foto selfie 
Poong sang: “hentikan itu, haruskah kalian melakukan itu di sini?”
Hwa sang: “kenapa?”
Poong sang: “buang permen karetnya”
Hwa sang: “aku baru saja memakannya” sambil menempelkan permen karetnya ke tembok 


Tamu jin sang datang
Jin sang memberitahu kakaknya poong sang bahwa ini tamunya saat tamu jin sang memberi hormat kepada poong sang dan lainnya
Jin sang dan tamunya malah saling menyundulkan kepala dan membicarakan hutang jin sang, jin sang meminta untuk diberikan waktu dan jin sang harus menepatinya karena berjanji di depan ayahnya 


Poong sang menyuruh jin sang untuk memberi makanan pada temannya tapi dia menolak karena dia sibuk dan memukul ‘itu’ jin sang memakai tas. Jin sang kesakitan dan minta di panggilkan ambulans
Tiba tiba terdengar suara ambulans jin sang mengatakan cepat sekali


Ternyata ambulans datang karena terjadi penusukan
Ibu chil bok mengatakan “sepeninggal ayah mereka, mereka memperebutkan warisan. Sang adik menusuk kakaknya ayah mereka mewariskan sebuah gedung megah dia hanya makan jjajangmyeon hingga meninggal”. Poong sang dan lainnya hanya melihat mereka 


Jin sang: “aku sangat iri mereka punya gedung itu”
Hwa sang: “apa ayah meninggalkan warisan?”
Boon shil(istri poong sang): “mari berharap setidaknya dia tidak meninggalkan utang”
Jin sang: “kuharap kita juga terlibat pertengkaran berdarah karena memrebutkan warisan 
Hwa sang: “aku juga”
Poong sang: “apa hebatnya bertengkar dengan saudara?”
Akhirnya mereka bubar


Poong sang mencuci wajahnya dan meminum obat
Jin sang: “aku hampir mati kelaparan bisakah kita tutup saja? Tidak ada pelayat
Hwa sang: “benar sebenarnya, ayah tidak mengingatkanku akan apa pun. Aku tidak punya kenangan manis.  
Jin sang: “kalau kamu?” (menunjuk jun sang)
Jung sang: “menurutmu? Aku jarang bertemu ayah”
Hwa sang: “hampir lupa, apa saat itu aku kelas 10, ya? Karena kakak pulang dari militer, ayah mengajak kita ke restoran 
Jin sang: “dia dan wanita di sana menjalin hubungan, kan?”
Hwa sang: “dia jauh lebih tua dari ayah lalu kita berempat pergi ke kelab bersama”
Boon shil: “ayah mengajak kalian berdua ke kelab? Bersama wanita itu juga?”
Hwa sang: “putranya bekerja sebagai pramusaji disana, dia menyombongkan tentang putranya yang memberinya bir tanpa batas 
Jin sang: “benar dia juga menyuruhku bekerja di sana”
Jung sang: “apa kata ayah setelah kamu tiba?”
Jin sang: “menarilah” chil book tertawa
Jung sang: “kamu menari?”
Jin sang: “tentu saja”
Hwa sang: “kami menari”


Jin sang langsung menari tapi poong sang melihatnya, jin sang langsung berhenti


Di depan aula pemakaman terdapat wanita yang memakai baju mencolok mengintip masuk ke aula pemakaman 
Poong sang mengantarkan tamunya dan berterima kasih
Poong sang: “dimana joong yi?”
Boon shil: “dia ada ujian pekan ini”
Poong sang: “dia tidak menghadiri pemakaman kakeknya? Dimana semua orang?”
Boon shil: “jin sang ada janji tamu, jung sang harus melakukan operasi”
Poong sang: “hwa sang?”
Boon shil hanya menolehkan kepalanya ke dalam, hwa sang berada di dalam bersama teman temannya 


Hwa sang tidak sedih sama sekali dan tertawa bahagia bersama teman temannya bahkan Hwa sang mengajak temannya untuk berfoto 
Ibu chil bok yang melihatnya dari tadi langsung menegur mereka semua dan mengatakan untuk berhenti bersikap seperti itu di pemakaman dan apakah orang tua mereka mengetahui mereka bersikap seperti itu 
Semuanya bubar 
Ibu chil bok mengatakan seharusnya hwa sang sudah menjadi seorang ibu, hwa sang berteriak dan marah lalu pergi 


Di rumah sakit semua telah melakukan operasi termasuk lee jung sung yang juga adalah seorang dokter
Dr jin ji ham memanggil jung sang ke kantornya 


Dr jin: “kupikir kau harus tau dokter kang yeol han sudah kembali dari amerika dia akan kembali ke rumah sakit kita aku mengatakan ini agar kamu tidak terkejut tapi sepertinya kamu tidak peduli benar begitu?”
Jung sang: “itu bukan lagi urusanku kamu tahu itu, jangan cemas kami akan akur sebagai kolega” sambil bersikap tenang
Dr Jin: “percuma aku khawatir mau makan malam?”
Jung sang: “aku harus pulang lebih awal lain kali saja”


Di tempat lain
Jin sang tampak sedang bermain kartu dan hasilnya jin sang kalah 


Hwa sung mengajak pacarnya ke sebuah apartemen
Pacarnya berkata tidak pernah masuk ke rumah wanita dan rumah ini tampak mahal hwa sung juga menjawab tidak pernah membawa pria masuk
Pacar hwa sung bertanya ini sewa bulanan, tahun atau kau pemiliknya? Hwa sung menjawab “mungkin, mau makan ramyeon di sini?”
“aku menunggumu mengatakan itu, semua buku ini tentang medis” sambil melihat rak buku
“aku kuliah kedokteran, lalu berhenti aku belum memberitahumu?”
“benarkah kenapa bertindak begitu bodoh?”
“aku tidak tahan melihat darah zaman sekarang, gaji dokter kecil tapi pekerjaannya penuh tuntutan”


“kenapa kita tidak bertemu lebih awal? Kamu tipe idealku hwa sang” hwa sang tersenyum malu malu tiba tiba hwa sang digendong dibawa ke kamar 


Jung sang masuk ke rumah ternyata rumah yang dipakai hwa sang tadi adalah rumah jung sang
 jung sang melihat bungkusan ramyeon dan tempat tidurnya yang berantakan
hwa sang juga membawa pacarnya ke tempat cucian mobil poong sang


hwa sang membawa pacarnya ke aula pemakaman ayahnya hwa sang memberikan kode dan mengatakan dia tunangannya
we sang: “mulai lagi”
poong sang: “terima kasih sudah datang”
tunangan hwa sang memperkenalkan dirinya yang pejabat publik t9
poong sang memanggil we sang tapi we sang mengacuhkan poong sang dan berjalan keluar aula 


Chil bok yang penasaran terus melihat ke dalam, 
hwa sang melihat chil buk dan menyuruh chil bok untuk pergi, poong sang ingin mengobrol tapi hwa sang melarangnya karena pacarnya sibuk berbincanglah sepuasnya di pernikahan nanti
hwa sang mengajaknya pergi tapi tunangan hwa sang melarang karena saudara hwa sang hanya ada 4 padahal hwa sang memiliki saudara kembar 


jung sang datang ke aula pemakaman dan melihat we sang yang berada diluar
jung sang: “kenapa kamu di sini? Udaranya dingin.”
We sang: “jangan mengatakan apapun”
Jung sang: “soal apa?”
Wa sang: “kakak akan tahu setelah masuk malam ini jangan memedulikannya” 
Jung sang masuk ke dalam 
Jung sang bertanya apakah mereka akan menikah sejauh apa mereka saling mengenal ternyata mereka baru berpacaran sebulan 


Hwa sang mengajak kembali tunangannya untuk pergi tapi dia melarang lagi karena ingin menyampaikan sesuatu yaitu jangan memporoti hwa sang lagi.

Comments


EmoticonEmoticon